Gubernur Lemhanas Tegaskan Pancasila Jadi Falsafah Hadapi Pandemi Covid-19

Senin, 01 Juni 2020 - 22:36 WIB
loading...
Gubernur Lemhanas Tegaskan...
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo mengatakan Pancasila menjadi falsafah bangsa untuk menghadapi pandemi Covid-19. Foto/SINDOnew/binti mufarida
A A A
JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo mengatakan Pancasila menjadi falsafah bangsa untuk menghadapi pandemi Covid-19 . Hal ini sesuai dengan para founding fathers yang menyepakati Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi bangsa.

Pancasila, kata Agus selain mengatur substansi nilai-nilai yang menyatukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Juga secara sadar mencari kesepakatan untuk menemukan kaidah yang merespons ciri masyarakat Indonesia yang berkarakteristik komposisi mayoritas-minoritas serta Kebhinekaan. (Baca juga: Update Corona 1 Juni 2020: 26.940 Orang Positif, 7.637 Sembuh, dan 1.641 Meninggal Dunia)

“Kedua aspek yang terkandung di dalam Pancasila terasa menjadi kaidah pemerintah dalam keadaan darurat menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Kita akan dapat mengatasi pandemi Covid-19 hanya apabila kita dapat mengejawantahkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” kata Agus dalam video conferencenya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (1/6/2020).

Agus juga megatakan pandemi Covid-19 ini tidak saja menyerang Indonesia tetapi telah menyerang berbagai negara di dunia. Tidak terkecuali, negara-negara besar, negara-negara industri maju maupun negara-negara dengan sistem politik yang beragam. “Mulai dari sosialis Vietnam, komunis di Cina hingga demokrasi liberal di Amerika Serikat,” katanya. (Baca juga: Jumlah Pasien Positif Corona Belum Ada Tanda-Tanda Menurun)

Keadaan ini, kata Agus, menunjukkan suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaannya untuk dapat mengatasi tantangan pandemi Covid-9. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyatnya terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah.

“Kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat dengan menjauhi sikap mementingkan diri sendiri, yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri,” kata Agus.

Hal ini, ungkap Agus juga dapat dicontohkan pada putusan pemerintah untuk tetap di rumah, tidak mudik dan menghadiri kerumunan. Ketentuan seperti itu bukan saja untuk mencegah diri sendiri agar tidak tertular tetapi juga untuk memutus rantai penularan terhadap orang lain. “Merupakan cerminan dari nilai terdalam yang ada dalam kearifan lokal kita termasuk yang terkandung dalam Pancasila yaitu gotong royong atau kebersamaan,” jelasnya.

Perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal, tambah Agus bukan saja menunjukkan bahwa semua bisa melaksanakan gotong-royong yang merupakan perwujudan dari kearifan lokal dan nilai yang terdalam dari Pancasila. Tetapi dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan mewujudkan ketahanan nasional.

“Dimana ketahanan nasional adalah upaya untuk mendayagunakan seluruh potensi dan aset bangsa guna mengatasi ancaman gangguan hambatan dan tantangan. Hanya apabila ketahanan nasional diwujudkan melalui sumbangan masing-masing perseorangan dapat segera memulihkan kondisi dari ancaman pandemi Covid-19,” tegas Agus.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Jokowi Segera...
Presiden Jokowi Segera Cabut Status Pandemi Covid-19
Menko PMK: Pasien Covid-19...
Menko PMK: Pasien Covid-19 Kini Ditanggung BPJS Kesehatan
SDGs Kesehatan dan Litbang
SDGs Kesehatan dan Litbang
Dokter Reisa Ungkap...
Dokter Reisa Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Naik Pesat
Kemenkes Minta Masyarakat...
Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Subvarian Baru Omicron
Menko PMK Sebut Covid-19...
Menko PMK Sebut Covid-19 Peringkat 14 Penyebab Kematian di Indonesia
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved