Aktivis Gender Sebut Praktik Feminisme Sudah Ada di Zaman Nabi

Minggu, 19 September 2021 - 08:31 WIB


Islam yang dibawa oleh Rasulullah juga mengajarkan pentingnya keadilan, termasuk keadilan antara laki-laki dan perempuan. "Konsekuensi nilai keadilan itu tercermin dalam penolakan Islam terhadap tradisi bangsa Arab dahulu yang mengubur hidup-hidup anak perempuan ketika baru lahir," katanya.

Dasar pengingkaran tradisi bangsa Arab Jahiliyyah disinggung dalam Alquran surat An-Nahl ayat 59, "Ingatlah, alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu". "Ini merupakan praktik feminisme, hanya saja belum diistilahkan saat itu," ujar Nina.

Praktik feminisme lainnya yakni masalah waris. Ia menjelaskan pada masa Arab Jahiliyyah, perempuan dianggap sebagai sesuatu yang bisa diwariskan. Namuan ketika Islam datang, perempuan tidak hanya bisa menerima waris, juga dapat memberi harta waris. "Ini merupakan reformasi yang sangat progresif pada masanya," katanya.

Baca juga: Pengukuran Data Sangat Penting dalam Mendukung Kesetaraan Gender
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!