Bijak dalam Berinternet Kunci Menjaga Etika di Dunia Digital

Senin, 13 September 2021 - 19:16 WIB
“Saat ini banyak konflik berbasis agama dan budaya yang justru diprovokasi oleh sosial media. Artinya banyak dari masyarakat yang gampang ‘dimakan’ oleh berita-berita bohong dan bombastis ,” tegasnya. Baca juga: Wamenag Sebut UU ITE Mengatur Aktivitas di Dunia Maya, Termasuk Ceramah

Pada akhirnya, masyarakatlah yang harus bijak dalam memilih apa yang ditampilkan atau di-post ke internet, selain regulasi dari pemerintah. Chief Strategic Officer Provetic, Mujahid Shafiq Pontoh mendorong masyarakat untuk mengisi internet dengan hal-hal yang positif dibanding yang negatif.

“Bayangkan, Anda kan biasa mengakses di internet setelah bekerja, tentu saja capek. Mem-posting hal-hal negatif malah akan membuat Anda semakin capek. Jadi kalau saya memilih untuk yang positif-positif saja,” tuturnya.

Seminar Literasi Digital yang diadakan Ditjen APTIK Kementerian Kominfo ini diadakan rutin guna memberikan edukasi kepada masyarakat dari berbagai latar belakang terkait pemanfaatan digital dan isu keamanan data pribadi.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!