Bivitri Susanti Meyakini Amendemen UUD 1945 Bakal Melebar bila Dilakukan

Kamis, 02 September 2021 - 19:27 WIB
Bivitri mengibaratkan amendemen UUD 1945 sudah menjadi bola liar. Apalagi, lanjutnya, kalau sudah menjadi agenda akan menyedot energi bangsa ini. Menurutnya amendemen UUD 1945 tidak layak dibahas saat ini.

Baca juga: Jokowi Tegas Menolak Amendemen UUD dalam Pertemuan Parpol Non-Parlemen

"Biasanya, dalam sejarah-sejarah negara-negara, amandemen terjadi bila ada peristiwa politik luar biasa, seperti reformasi dulu. Kalau amandemennya dengan cara seperti ini (top down), bisa dipastikan memang ada kepenting elite politik untuk kepentingan kekuasaan mereka sendiri, bukan untuk kepentingan masyarakat," papar Bivitri.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kemarin bertemu dengan lima partai koalisi nonparlemen di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Jokowi dengan tegas menolak amandemen UUD 1945 untuk membuat masa jabatan Presiden tiga periode. Di samping itu, Jokowi juga menegaskan dirinya tidak berminat memperpanjang masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!