Menko PMK Akui Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Masih Kurang Baik
Rabu, 01 September 2021 - 21:05 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengakui pandemi Covid-19 telah menyadarkan jika kondisi infrastruktur kesehatan di Indonesia masih kurang baik. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui pandemi Covid-19 telah menyadarkan jika kondisi infrastruktur kesehatan di Indonesia masih kurang baik. Karena itulah, Muhadjir ingin pandemi Covid menjadi momentum untuk membangun infrastruktur kesehatan agar betul-betul andal di masa depan.
Hal tersebut diungkapkan Muhadjir saat menjadi narasumber dalam acara Round Table Discussion soal pemanfaatan media sosial yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) secara daring. "Kita harus menyadari Covid-19 ini telah menyadarkan banyak hal kepada kita, termasuk infrastruktur kesehatan kita yang masih kurang baik justru dengan Covid-19 ini kita bisa bergegas untuk membangun infrastruktur kesehatan kita agar betul-betul bisa lebih andal di masa depan," ujar Muhadjir dikutip dari keterangan resmi, Rabu (1/9/2021).
Menurut Muhadjir, kebijakan pemerintah bersifat elastis atau berubah-ubah karena menyesuaikan perilaku virus Corona. Banyak asumsi kesehatan yang sudah dibangun untuk penanganan Covid-19, namun akibat perilaku virus yang berubah-ubah, akhirnya turut berdampak pada perubahan kebijakan pemerintah. Misalnya, ibu hamil yang semula diasumsikan tidak akan mudah terkena Covid-19 terbantahkan oleh banyaknya ibu hamil yang terinfeksi Covid-19, bahkan tidak jarang anak yang dilahirkan pun terpapar Covid-19.
Begitu juga remaja yang dinilai memiliki imunitas sangat bagus semakin hari kian banyak yang terjangkit Covid-19. Termasuk, konsep herd immunity atau kekebalan kelompok yang diasumsikan apabila sudah mencapai 70% maka akan mampu melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19. Baca juga: Kasus COVID-19 Bertambah 10.337 Sehari, Berikut Sebaran di 34 Provinsi
Hal tersebut diungkapkan Muhadjir saat menjadi narasumber dalam acara Round Table Discussion soal pemanfaatan media sosial yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) secara daring. "Kita harus menyadari Covid-19 ini telah menyadarkan banyak hal kepada kita, termasuk infrastruktur kesehatan kita yang masih kurang baik justru dengan Covid-19 ini kita bisa bergegas untuk membangun infrastruktur kesehatan kita agar betul-betul bisa lebih andal di masa depan," ujar Muhadjir dikutip dari keterangan resmi, Rabu (1/9/2021).
Menurut Muhadjir, kebijakan pemerintah bersifat elastis atau berubah-ubah karena menyesuaikan perilaku virus Corona. Banyak asumsi kesehatan yang sudah dibangun untuk penanganan Covid-19, namun akibat perilaku virus yang berubah-ubah, akhirnya turut berdampak pada perubahan kebijakan pemerintah. Misalnya, ibu hamil yang semula diasumsikan tidak akan mudah terkena Covid-19 terbantahkan oleh banyaknya ibu hamil yang terinfeksi Covid-19, bahkan tidak jarang anak yang dilahirkan pun terpapar Covid-19.
Begitu juga remaja yang dinilai memiliki imunitas sangat bagus semakin hari kian banyak yang terjangkit Covid-19. Termasuk, konsep herd immunity atau kekebalan kelompok yang diasumsikan apabila sudah mencapai 70% maka akan mampu melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19. Baca juga: Kasus COVID-19 Bertambah 10.337 Sehari, Berikut Sebaran di 34 Provinsi
Lihat Juga :