Agresi Militer Belanda 1, Kedok Penjajah untuk Kuasai Kembali Kekayaan Indonesia

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 08:18 WIB
Iring-iringan truk infanteri saat Agresi Militer Belanda 1. FOTO/WIKIPEDIA/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Militaire_kolonne_tijdens_de_eerste_politionele_actie_TMnr
JAKARTA - Pertempuran demi pertempuran tak hanya dilalui bangsa Indonesia saat berjuang merebut kemerdekaan, tapi juga setelah proklamasi 17 Agustus 1945. Penjajah Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia melalui berbagai cara, salah satunya adalah Agresi Militer Belanda 1 .

Agresi ini dipimpin Letnan Gubernur Jenderal Johannes van Mook dari 21 Juli hingga 5 Agustus 1947. Tujuan utamanya adalah Belanda ingin merebut kembali daerah-daerah di Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki perkebunan dan kaya sumber daya alam, terutama minyak. Operasi militer Belanda ini melanggar perjanjian Linggarjati yang mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.



Agresi Militer Belanda I dimulai dari masuknya pasukan Sekutu ke wilayah Indonesia melalui Sabang, Aceh pada 23 Agustus 1945. Ikut membonceng dalam rombongan itu, NICA (Netherlands Indies Civil Administration) atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda pimpinan van Mook yang membawa misi menjalankan pidato Ratu Wilhelmina terkait konsepsi kenegaraan di Indonesia. Pidato yang disampaikan pada 6 Desember 1942 melalui siaran radio itu menyebutkan bahwa di kemudian hari akan dibentuk sebuah persemakmuran antara Kerajaan Belanda dan Hindia (Indonesia) di bawah naungan Kerajaan Belanda.

Baca juga: Urutan Kepangkatan Prajurit TNI di Tiga Matra AD, AL dan AU

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!