Penanganan Covid-19, Indonesia Minta Dunia Buka Lebar Akses Vaksin
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:33 WIB
Foto/Reuters
JAKARTA - Indonesia mendorong kesetaraan akses bagi semua negara terhadap vaksin corona. Kesadaran dan komitmen bersama ini diharapkan akan lebih mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di dunia.
Langkah Indonesia mendorong akses vaksin Covid-19 bakal disampaikan saat menjadi tuan rumah dalam kegiatan Forum Global Public Health (FGPH) 2020 yang digelar secara virtual pada Selasa (2/6). Pertemuan virtual FPGH ditargetkan akan dihadiri sekitar 200 delegasi dari berbagai negara.
Direktur Sosial dan Budaya Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kamapradipta Isnomo mengatakan, pandemi Covid-19 menunjukkan isu kesehatan menjadi isu bersama (public good), bersifat lintas sektoral, dan melewati lintas batas negara.
“Untuk mengatasinya, diperlukan kolaborasi antara negara dan antarpihak pada tata kelola kesehatan global yang harus dilakukan secara bersama dan kolaboratif baik dari sisi pemerintah, organisasi, maupun industri,” ucap Kamapradipta dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Target dari pertemuan global ini adalah lahirnya kerja sama yang nyata dan konkret untuk pembuatan vaksin atau obat-obatan. Pemerintah Indonesia mengharapkan obat atau vaksin nanti dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau dan pemerataan dalam pendistribusiannya. Dengan demikian, obat tersebut bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat. (Baca: RSD Wisma Atlet Masih Tangani 711 Pasien Covid-19)
Langkah Indonesia mendorong akses vaksin Covid-19 bakal disampaikan saat menjadi tuan rumah dalam kegiatan Forum Global Public Health (FGPH) 2020 yang digelar secara virtual pada Selasa (2/6). Pertemuan virtual FPGH ditargetkan akan dihadiri sekitar 200 delegasi dari berbagai negara.
Direktur Sosial dan Budaya Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kamapradipta Isnomo mengatakan, pandemi Covid-19 menunjukkan isu kesehatan menjadi isu bersama (public good), bersifat lintas sektoral, dan melewati lintas batas negara.
“Untuk mengatasinya, diperlukan kolaborasi antara negara dan antarpihak pada tata kelola kesehatan global yang harus dilakukan secara bersama dan kolaboratif baik dari sisi pemerintah, organisasi, maupun industri,” ucap Kamapradipta dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Target dari pertemuan global ini adalah lahirnya kerja sama yang nyata dan konkret untuk pembuatan vaksin atau obat-obatan. Pemerintah Indonesia mengharapkan obat atau vaksin nanti dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau dan pemerataan dalam pendistribusiannya. Dengan demikian, obat tersebut bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat. (Baca: RSD Wisma Atlet Masih Tangani 711 Pasien Covid-19)
Lihat Juga :