Jadikan Taliban Inspirasi, Pengamat Sebut Kelompok Teror Salah Alamat
Senin, 23 Agustus 2021 - 16:50 WIB
Menurut Muradi, Taliban yang saat ini dipimpin Mullah Abdul Ghani Baradar sadar bahwa untuk mendapatkan kekuasaan tidak mudah, butuh waktu belasan tahun, butuh upaya luar biasa dan juga biaya. Karena itu mereka tidak ingin mengulangi kesalahan di masa lalu.
Baca Juga:
Indonesia Belum Bersikap Pasca Taliban Kuasai Afghanistan, Ini Penjelasan Kemlu
Muradi menambahkan, Taliban saat ini ingin punya kekuatan yang lebih, ingin ada pemerintahan yang bisa dikuasai, pemerintahan yang bisa dikontrol, agar mereka bisa mengadopsi demokrasi, seraya tetap menjaga entitas talibanismenya tanpa harus dimusuhi.
Langkah pemerintahan Taliban menemui China baru-baru ini untuk meminta bantuan dan melakukan kerja sama, disebutnya sebagai indikasi bahwa Taliban versi sekarang memang telah berubah dan ingin diterima semua pihak. Indikasi perubahan lainnya, lanjut dia, juga tampak ketika Taliban mau bertemu dengan AS di Qatar. Indikasi keterbukaan Taliban juga tampak ketika pemimpin mereka mau diwawancarai media, hal berbeda dengan generasi Mullah Mohammed Omar yang sangat tertutup.
Dia menambahkan, kalau pun berkuasanya Taliban diambil sebagai momentum oleh kelompok-kelompok teror, itu tidak akan diiyakan oleh pihak Taliban. “Mengapa, karena itu tadi, Taliban tidak mau mengulangi problem yang sama,” kata dia.
Kalau pun ada kekhawatiran pada isu Talibanisme di Tanah Air, Muradi mengingatkan bahwa fokusnya cenderung mengarah pada kelompok Jamaah Islamiyah (JI). “Memang mereka (JI) bisa mengapitalisasi isunya, meskipun mereka tidak memiliki relasi lagi dengan Taliban karena Taliban sekarang ini punya karakter yang sudah berbeda,” paparnya.
Baca Juga: DPR Minta BIN dan Polri Tindak Tegas Pendukung Taliban di Indonesia
Baca Juga:
Indonesia Belum Bersikap Pasca Taliban Kuasai Afghanistan, Ini Penjelasan Kemlu
Muradi menambahkan, Taliban saat ini ingin punya kekuatan yang lebih, ingin ada pemerintahan yang bisa dikuasai, pemerintahan yang bisa dikontrol, agar mereka bisa mengadopsi demokrasi, seraya tetap menjaga entitas talibanismenya tanpa harus dimusuhi.
Langkah pemerintahan Taliban menemui China baru-baru ini untuk meminta bantuan dan melakukan kerja sama, disebutnya sebagai indikasi bahwa Taliban versi sekarang memang telah berubah dan ingin diterima semua pihak. Indikasi perubahan lainnya, lanjut dia, juga tampak ketika Taliban mau bertemu dengan AS di Qatar. Indikasi keterbukaan Taliban juga tampak ketika pemimpin mereka mau diwawancarai media, hal berbeda dengan generasi Mullah Mohammed Omar yang sangat tertutup.
Dia menambahkan, kalau pun berkuasanya Taliban diambil sebagai momentum oleh kelompok-kelompok teror, itu tidak akan diiyakan oleh pihak Taliban. “Mengapa, karena itu tadi, Taliban tidak mau mengulangi problem yang sama,” kata dia.
Kalau pun ada kekhawatiran pada isu Talibanisme di Tanah Air, Muradi mengingatkan bahwa fokusnya cenderung mengarah pada kelompok Jamaah Islamiyah (JI). “Memang mereka (JI) bisa mengapitalisasi isunya, meskipun mereka tidak memiliki relasi lagi dengan Taliban karena Taliban sekarang ini punya karakter yang sudah berbeda,” paparnya.
Baca Juga: DPR Minta BIN dan Polri Tindak Tegas Pendukung Taliban di Indonesia
Lihat Juga :