Muhammadiyah Berharap Pemerintah Terbitkan Regulasi Anti-Ekslusivisme
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 08:55 WIB
“Singapura itu kan kebijakan tata ruang, mayoritas tinggal di apartemen, itu kan didata secara rapi siapa saja yang tinggal di situ dari latar belakang etnis, suku dan lain-lain. Ketika satu etnis terlalu dominan, maka tidak boleh tinggal di situ dan harus diisi dengan etnis lain. Agar compound (hunian) itu benar-benar menjadi bagian dari compound yang menggambarkan kebhinekaan Singapura,”urainya.
Ia pun merasa heran atas fenomena ini yang justru negara-negara modern sangat memperhatikan aspek keragaman, interaksi di antara mereka dan mencegah ekslusivisme.
“Nah itu yang saya maksud bahwa sarana-sarana meeting point itu harus tetap harus dibangun dan by regulation oleh negara sehingga kalau ada orang membangun perumahan misalnya, itu harus ada ruang yang disediakan oleh pengembang di mana yang terbuka bagi siapa saja di mana warga itu bisa bertemu di situ, bisa berinteraksi,"ungkapnya.
Ia pun merasa heran atas fenomena ini yang justru negara-negara modern sangat memperhatikan aspek keragaman, interaksi di antara mereka dan mencegah ekslusivisme.
“Nah itu yang saya maksud bahwa sarana-sarana meeting point itu harus tetap harus dibangun dan by regulation oleh negara sehingga kalau ada orang membangun perumahan misalnya, itu harus ada ruang yang disediakan oleh pengembang di mana yang terbuka bagi siapa saja di mana warga itu bisa bertemu di situ, bisa berinteraksi,"ungkapnya.
(muh)
Lihat Juga :