Amandemen UUD 1945 Dinilai untuk Kepentingan Elite Bukan Publik

Kamis, 19 Agustus 2021 - 13:10 WIB
Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti melihat, wacana Amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang bakal memasukkan PPHN hanya keinginan dari MPR. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti melihat, wacana Amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang bakal memasukkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) hanya keinginan Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) untuk mendapatkan kewenangan lebih besar.

Baca juga: Amendemen Terbatas UUD 1945, MPR Jangan Tergoda Ubah Masa Jabatan Presiden



"Ini kemauan MPR saja, untuk mengambil kembali kekuatan politiknya yang dulu sudah dikembalikan ke rakyat pada amendemen 1999-2002," ujar Bivitri saat dikonfirmasi, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Amendemen UUD 1945 saat Ini Dinilai Tak Tepat, PKS: Rakyat Sedang Susah

Bivitri menilai, Indonesia sudah memiliki UU Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengatur adanya Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, dan Rencana Pembangunan Jangka Pendek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!