Menyelamatkan Pendidikan dengan Hybrid Learning

Senin, 16 Agustus 2021 - 07:50 WIB
Ke depannya yang harus dikuatkan adalah terus memotivasi guru untuk hybrid learning, bahkan ketika sudah tidak ada pandemi lagi. Karena pemebelajaran hybrid ini memadukan belajar tatap muka dan pembelajaraan dari rumah yang nyatanya dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar sesuai dengan gayanya. PSPK pernah melakukan diskusi dengan perwakilan anak SMA, mereka mengatakan salah satu keuntungan dari belajar jarak jauh atau belajar online ini mereka dapat belajar sesuai dengan gaya mereka. “Seperti beberapa anak tidak suka belajar terlalu pagi karena masih mengantuk, tapi kalau agak siang semangat belajar. Jadinya pagi mereka absen, namun bisa memulai mengerjakan tugas dan mendengar pelajaran mulai Jam 9. Ternyata jam-jam yang tidak terlalu pagi dan belum terlalu siang ini membuat mereka lebih bersemangat,” katanya.

Dia juga menilai tantangan yang dihadapi dalam pengajaran hybrid ini ialah kreativitas guru dalam merancang dua pembelajaran. Secanggih-canggihnya guru melakukan pengajaran jarak jauh, dia tetap harus belajar bagaimana memadukan pengajaran dari rumah. Kendala kedua, bahan pembelajaran online harus diperbanyak. Selain itu bahan-bahan tersebut juga dibuat sedemikian rupa sehingga tidak membosankan. “Video 10 menit, tapi kemampuan anak untuk fokus terkadang tidak sampai 3 menit. Siswa juga tahu kapan dia sudah tidak fokus, dia bisa pause video dulu. Istirahat sebentar lalu mulai lagi,” katanya.

Kendala ketiga yang harus diantisipasi, kata Nisa, adalah kesiapan orang tua. Sebab konsep hybrid learning ini juga menuntut peran aktif orang tua untuk bisa mendampingi anak mereka saat pembelajaran online di rumah. “Peran orang tua cukup penting karena mereka dibutuhkan untuk mengingatkan anak-anak mereka tentang tugas sekolah mereka,” katanya. helmi syarif/ananda naraya
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!