Tantangan Digitalisasi Ekonomi

Senin, 09 Agustus 2021 - 09:26 WIB
Meski secara pertumbuhan pengguna platform digital terus meningkat, akan tetapi masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi para pelaku usaha maupun pemerintah. Salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur yang masih belum merata terutama di daerah. Ini jelas akan menganggu target percepatan pembangunan berbasis digital karena bagaimanapun model ekonomi ini sangat bergantung pada teknologi dan ketersediaan prasarananya.

Terkait perkembangan startup di Tanah Air yang cenderung masih berpusat di kota-kota besar, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan Semuel mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong percepatan transformasi digital dalam tiga elemen esensial. Yakni Pemerintahan, Ekonomi dan Masyarakat melalui sebuah framework Indonesia Digital Nation. Dalam konteks tersebut, ujar dia, Kominfo berfokus pada perluasan jaringan infrastruktur broadband dan pemanfaatan teknologi digital mencakup penyelesaian pembangunan BTS untuk koneksi 4G di seluruh Indonesia, dan persiapan implementasi 5G.

Yang juga menantang adalah soal pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi posisi engineer di perusahaan-perusahaan rintisan berbasis digital. Peran engineer ini sangat vital mengingat produk/layanan yang dihasilkan para penyedia platform digital ini terkait erat dengan teknologi tinggi. Bisa dibayangkan, bagaimana para perusahaan-perusahaan rintisan ini berlomba-lomba mencari talenta-talenta di bidang teknologi informasi untuk mengembangkan layanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ikhwal kebutuhan SDM untuk mengembangkan startup ini pernah juga disampaikan sejumlah pelaku usaha di sektor digital bahwa Indonesia memerlukan 600.000 pekerja per tahun. Angka ini terpaut jauh dibanding pasokan SDM yang tersedia yang hanya di kisaran 100.000 orang. Kondisi ini tentu saja memerlukan sejumlah terobosan agar kesenjangan SDM ini bisa diisi oleh talenta-talenta di Tanah Air. Caranya tentu saja tidak mudah karena harus dimulai dari sistem pendidikan yang didalamnya bisa mengakomodasi kebutuhan industri tak hanya untuk posisi engineer tapi juga ahli-ahli logistik dan posisi terkait seperti suplai chain dan lainnnya.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!