Peran PLTS Terapung Cirata dalam Pencapaian Zero Carbon

Rabu, 04 Agustus 2021 - 15:53 WIB
PLTS Terapung Cirata merupakan PLTS Terapung terbesar di ASEAN, dengan kapasitas 145 MWAc, yang akan beroperasi komersial pada November 2022. Foto/Dok. SINDOnews
Fahmy Radhi

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada



SEBAGAI salah negara yang ikut meratifikasi kesepakatan Paris (Paris Agreement) terkait perubahan iklim, Indonesia juga berkewajiban melakukan berbagai upaya untuk memangkas emisi karbon (carbon emission) hingga mencapai zero carbon pada 2050. Untuk itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dituntut untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian zero carbon di Indonesia.

Salah satu syarat untuk mencapai zero carbon adalah seluruh Pembangkit Listrik PLN harus sudah menggunakan 100% energi baru terbarukan (EBT). Padahal hingga akhir 2020, bauran energi primer untuk pembangkit listrik masih didominasi oleh batubara sebesar 57,22%, disusul gas 24,82%, BBM 5,81%, sedangkan proporsi EBT mencapai sebesar 12,15%. Kendati proporsi EBT relatif masih rendah, namun PLN tampaknya punya komitmen tinggi untuk meningkatkan EBT dalam dalam bauran energi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!