Sebut Bakal Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Menkes: Jangan Panik
Selasa, 13 Juli 2021 - 19:12 WIB
“Dari pada kita tutup-tutupi supaya kelihatan baik tapi nanti sebenarnya meledak, itu yang kejadian sekarang kan, tiba-tiba tidak ada kasus konfirmasi, masuk rumah sakitnya banyak, loh orang sebelum masuk rumah sakit pastikan terkonfirmasi dulu,” imbuh mantan Wamen BUMN ini. Baca juga: Menkes Ungkap Varian Delta Sudah Mulai Menyebar ke Luar Pulau Jawa
Oleh karena itu, menurut Budi, persoalan ini yang tengah dibereskan oleh pemerintah, kelemahan yang terjadi dalam sistem testing-tracing ini harus disempurnakan, karena kondisi ini juga terjadi di seluruh dunia. Karena, pelaporan hasil testing ini tidak selalu dilaporkan di hari itu juga atau realtime. “Itu pelaporanya nggak selalu hari itu, ada yang kejadiannya hari itu, dites 2 hari, dilaporkannya 4 hari kemudian. Jadi kalau ada lonjakan-lonjakan pertanyaan, oh ini 40.000 padahal tesnya lebih kecil, bapak-ibu mohon maaf, memang tidak sempurna, itu bukan hanya di Indonesia, di seluruh dunia,” kilahnya.
Oleh karena itu, mantan Dirut Bank Mandiri ini meminta agar media tidak menggunakan data kasus harian, karena data yang masuk hari ini merupakan data testing 3-5 hari yang lalu. “Kalau kita lihat WHO standarnya itu 7 hari, jadi laporan itu rata-rata 7 hari, jadi hari ke-7 misalnya angka dilihat rata-rata 1-7. Hari ke-8 dilihat rata-rata hari 2 sampai 8. Hari ke-9 begitu, rolling sehingga dengan demikian adanya anomali dengan testing dan tracing bisa kita luruskan,” papar Budi.
Oleh karena itu, menurut Budi, persoalan ini yang tengah dibereskan oleh pemerintah, kelemahan yang terjadi dalam sistem testing-tracing ini harus disempurnakan, karena kondisi ini juga terjadi di seluruh dunia. Karena, pelaporan hasil testing ini tidak selalu dilaporkan di hari itu juga atau realtime. “Itu pelaporanya nggak selalu hari itu, ada yang kejadiannya hari itu, dites 2 hari, dilaporkannya 4 hari kemudian. Jadi kalau ada lonjakan-lonjakan pertanyaan, oh ini 40.000 padahal tesnya lebih kecil, bapak-ibu mohon maaf, memang tidak sempurna, itu bukan hanya di Indonesia, di seluruh dunia,” kilahnya.
Oleh karena itu, mantan Dirut Bank Mandiri ini meminta agar media tidak menggunakan data kasus harian, karena data yang masuk hari ini merupakan data testing 3-5 hari yang lalu. “Kalau kita lihat WHO standarnya itu 7 hari, jadi laporan itu rata-rata 7 hari, jadi hari ke-7 misalnya angka dilihat rata-rata 1-7. Hari ke-8 dilihat rata-rata hari 2 sampai 8. Hari ke-9 begitu, rolling sehingga dengan demikian adanya anomali dengan testing dan tracing bisa kita luruskan,” papar Budi.
(cip)
Lihat Juga :