Nurdin Abdullah Tegaskan Tak Terima Uang Rp1 M dari Kontraktor

Rabu, 23 Juni 2021 - 15:58 WIB
Menurut sebuah sumber yang enggan disebutkan namanya, di daerah tempat tinggalnya di Nunukan, Haji Momo dikenal sebagai tokoh dermawan. Di bawah bendera perusahaannya Aztrada 88, Haji Momo begitu banyak memberikan kontribusi di kepulauan Sebatik. Mulai dari fasilitas olahraga hingga kepeduliannya pada penanganan Covid 19 di kepulauan Sebatik dengan membagikan ribuan masker pada masyarakat.

Pernyataan NA ini seakan akan mematahkan tuduhan yang sempat dilontarkan politisi Nasdem, Akbar Faizal dalam ulasannya berjudul Jejaring Korupsi di Sulsel, NA dan KPK. Hingga saat ini semua anggapan yang dilontarkan Akbar Faizal tentang keterlibatan Haji Momopun belum terbukti sah kebenarannya.

Malah, NA menyebut kalau dirinya meminta Sari Pudji untuk selalu melaksanakan proses lelang sesuai aturan yang berlaku. Tidak pernah melakukan permintaan khusus kepada kontraktor. "Setiap kali saya ketemu, saya sampaikan agar proses (lelang) benar, itu selalu saya sampaikan," tegasnya.

Dari persidangan ini juga terungkap, bahwa Nurdin Abdullah pernah memanggil khusus Sari Pujiastuti karena ada laporan kalau Sari sering meminta uang kepada rekanan. "Makanya saya panggil ke rumah karena ada sesuatu yang penting, tidak pernah saya berikan arahan apapun," ungkap NA.

Sementara ketika jaksa KPK menanyakan kepada mantan Bupati Kabupaten Bantaeng dua periode, yaitu 2008-2013 dan 2013-2018 terkait mengenal kontraktor H Momo, Nurdin mengaku mengenalnya. "Iya (Haji Momo kerjakan proyek Sulsel) di (Kabupaten) Wajo," ungkap Nurdin.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!