Bukan Sengketa, Perundingan Batas Negara Indonesia-Malaysia Harus Didukung
Senin, 14 Juni 2021 - 12:50 WIB
Selama ini, kata dia, sikap masyarakat relatif beragam, ada pihak yang belum mengerti, ada yang sudah memahami proses panjang ini. Brigjen Asep juga menjelaskan, dalam proses penyelesain ini, tak ada satu pun wilayah Indonesia, maupun Malaysia yang hilang, karena batasnya pun belum ada, baru mau ditegaskan.
Menurut dia, masyarakat kerap mengintrepertasi masing-masing. “Panitia nasional, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan selalu rutin sosialisasi ke Pulau Sebatik, Lumbis, dan sekitar daerah OBP, sehingga masyarakat akhirnya mengerti dan menerima penyelesaian OBP ini,” ungkap Brigjen Asep.
Kemendagri juga mengajak instansi terkait termasuk TNI Angkatan Darat, dalam hal ini Topografi Angkatan Darat.
Proses Panjang Batas Negara
Permasalahan batas negara, termasuk di wilayah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara sudah dibicarakan oleh kedua negara, yang dahulu menduduki wilayah Indonesia dan juga Malaysia, yakni Belanda dan Inggris.
Menurut dia, masyarakat kerap mengintrepertasi masing-masing. “Panitia nasional, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan selalu rutin sosialisasi ke Pulau Sebatik, Lumbis, dan sekitar daerah OBP, sehingga masyarakat akhirnya mengerti dan menerima penyelesaian OBP ini,” ungkap Brigjen Asep.
Kemendagri juga mengajak instansi terkait termasuk TNI Angkatan Darat, dalam hal ini Topografi Angkatan Darat.
Proses Panjang Batas Negara
Permasalahan batas negara, termasuk di wilayah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara sudah dibicarakan oleh kedua negara, yang dahulu menduduki wilayah Indonesia dan juga Malaysia, yakni Belanda dan Inggris.
Lihat Juga :