Prabowo Absen Rapat DPR, Effendi Simbolon: Apa Kita Harus Panggil Paksa

Senin, 31 Mei 2021 - 17:24 WIB
Absennya Menhan Prabowo Subianto mendapatkan kritikan dari Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon yang keberatan karena Wamenhan meminta RDP dilakukan tertutup. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pada Senin (31/5/2021) siang ini, Komisi I DPR mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) , Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) guna membahas Rencana Strategis (Renstra) Pertahanan , Minimum Essential Force (MEF) Tahap III tahun 2020-2024, isu Papua dan isu pertahanan lainnya.

Wamenhan, Letjen TNI M Herindra hadir mewakili Menhan Prabowo Subianto, sementara Kepala Staf 3 Matra TNI dan Kabais mewakili Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Baca juga: Wamenhan Minta Rapat Pembahasan Renstra Pertahanan Digelar Tertutup



Absennya Prabowo ini mendapatkan kritikan dari Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon yang keberatan karena Wamenhan meminta RDP dilakukan tertutup. Menurutnya, rapat Komisi I juga perlu pendalaman dan mengambil keputusan di mana jawaban dan keputusan bisa didapat jika Menhan hadir.

"Pimpinan, karena ini RDP, rakernya Rabu (dengan Menhan), kenapa tidak digeser materi ini (tertutup) di hari Rabu. Taat kepada azas juga, kita tidak hanya mendengar penjelasan dari pihak-pihak, kalau kita tanyakan Pak Wamen, susah juga posisinya. Kita harus mengambil keputusan politik di sini," ujar Effendi di Ruang Rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Oleh karena itu, kata Politikus PDIP ini, jika Rabu (2/6/2021) besok ada jadwal Raker dengan Menhan. Dirinya sangat menantikan Menhan dan Panglima TNI bisa hadir, jangan lagi ada alasan Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan karena rapat di DPR juga penting.

"Kalau kita masuk pembahasan RDP terus kita nanti pendalaman pada Pak Wamen apa iya? Padahal Rabu kira rapat lagi, apa kita harus panggil paksa," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!