Optimalkan Belanja Daerah

Senin, 31 Mei 2021 - 05:31 WIB
Senada dengan Sri Mulyani, Tito juga mengakui bahwa saat ini belanja pemerintah daerah masih didominasi oleh belanja pegawai. Bahkan, kata dia, sebagian besar porsi belanja pegawai dan belanja operasional begitu mendominasi yakni bisa mencapai 88%. Sementara sisanya hanya 12% untuk belanja modal.

Di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, sebenarnya cara untuk mempercepat realisasi belanja sangat terbuka lebar. Yang paling simpel bisa dilakukan dengan menyalurkan bantuan tunai untuk masyarakat terdampak. Ini tidak sulit mengingat secara teknis seharusnya tidak ada lagi masalah mengenai data penerima bantuan karena tinggal meneruskan program seperti tahun lalu. Cara lain dalam menggenjot belanja daerah adalah dengan mengintensifkan program padat karya. Langkah ini bisa dimulai dengan membangun fasilitas terkait kebutuhan masyarakat yang belum tersedia, seperti misalnya perbaikan jalan-jalan desa, saluran irigasi, akses ke tempat wisata loka, dan sarana olahraga di desa-desa.

Dalam mengerjakan program padat karya ini, pemerintah daerah bisa menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang tahun ini mendapatkan anggaran Rp23,24 triliun. Dana sebesar itu sengaja dialokasikan dengan menyasar proyek-proyek infrastruktur kerakyatan melalui skema Padat Karya Tunai dengan target sasaran 1,23 juta orang. Upaya berikutnya untuk mempercepat alokasi belanja daerah bisa juga dilakukan di sektor kesehatan. Hal ini sejalan dengan upaya penanganan Covid-19 yang hingga kini masih membutuhkan gelontoran dana terutama terkait upaya-upaya pencegahan penularan virus korona mulai dari tracing, testing, maupun program vaksinasi. Tracing dan testing termasuk yang harus mendapatkan perhatian karena penyebaran kasus masih terus terjadi di beberapa daerah pascaliburan Lebaran yang baru lalu.

Semoga upaya-upaya tersebut selain bisa mempercepat belanja daerah juga bisa mengurangi penyebaran virus korona yang hingga Sabtu (29/5) lalu telah merenggut nyawa 50.262 orang lebih di Indonesia.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!