Waspadai Kelompok yang Gunakan Narasi Khilafah di Konflik Palestina-Israel
Sabtu, 29 Mei 2021 - 15:45 WIB
Namun, Khariri menilai masyarakat saat ini sudah semakin cerdas, apalagi juga dibarengi dengan usaha dari pemerintah untuk meningkatkan wawasan kebangsaan kepada masyarakat di semua segmen.
Menurut dia, yang perlu dilakukan adalah mencerdaskan masyarakat lagi agar semakin banyak yang menjauhi paham atau ideologi khilafah tersebut.
”Isu-isu tentang Palestina itu memang mudah digoreng oleh HTI atau kelompok-kelompok radikal intoleran untuk dijadikan alat sebagai propaganda mereka terkait khilafah. Kemudian mereka juga akan membuat propaganda bahwa Palestina lemah, Palestina tidak bisa kita bebaskan karena kita tidak punya sistem khilafah yang satu, yang bisa membentengi seluruh wilayah-wilayah Islam,” tuturnya.
Menurut dia, narasi-narasi seperti itu yang selama ini selalu diulang-ulang oleh mereka. Dirinya menyampaikan bahwa dari dulu apa pun masalahnya, solusinya adalah khilafah. Menyederhanakan persoalan dan dia tidak mau melihat bahwa ada banyak variabel disana. Padahal setiap persoalan itu memiliki banyak persoalan, bayak faktor dan variabel yang lain.
”Persoalan itu (konflik Israel-Palestina-red) memang bisa membuat masyarakat bisa terpecah terkait cara memahaminya. Apalagi selain isu khilafah, di media sosial saat ini juga banyak yang pro terhadap Israel,” jelasnya
Menurut dia, yang perlu dilakukan adalah mencerdaskan masyarakat lagi agar semakin banyak yang menjauhi paham atau ideologi khilafah tersebut.
”Isu-isu tentang Palestina itu memang mudah digoreng oleh HTI atau kelompok-kelompok radikal intoleran untuk dijadikan alat sebagai propaganda mereka terkait khilafah. Kemudian mereka juga akan membuat propaganda bahwa Palestina lemah, Palestina tidak bisa kita bebaskan karena kita tidak punya sistem khilafah yang satu, yang bisa membentengi seluruh wilayah-wilayah Islam,” tuturnya.
Menurut dia, narasi-narasi seperti itu yang selama ini selalu diulang-ulang oleh mereka. Dirinya menyampaikan bahwa dari dulu apa pun masalahnya, solusinya adalah khilafah. Menyederhanakan persoalan dan dia tidak mau melihat bahwa ada banyak variabel disana. Padahal setiap persoalan itu memiliki banyak persoalan, bayak faktor dan variabel yang lain.
”Persoalan itu (konflik Israel-Palestina-red) memang bisa membuat masyarakat bisa terpecah terkait cara memahaminya. Apalagi selain isu khilafah, di media sosial saat ini juga banyak yang pro terhadap Israel,” jelasnya
Lihat Juga :