Puan-Ganjar Bersitegang, PDIP Sebut Hanya Dinamika Individu Bukan Sikap Partai
Senin, 24 Mei 2021 - 16:46 WIB
Ketegangan antara putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dengan Gubernur Jateng yang juga kader PDIP, Ganjar Pranowo mulai nampak ke publik. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ketegangan antara putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dengan Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP, Ganjar Pranow o mulai nampak ke publik. Hal itu ketahuan saat Ganjar dengan sengaja tak diundang dalam acara Pameran Foto Esai Marhaen yang diselenggarakan PDIP di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/5/2021) kemarin.
Dalam acara tersebut, Puan juga menyindir dalam sambutannya bahwa pemimpin ideal tidak hanya muncul di media sosial (medsos) saja tapi turun ke lapangan. Baca juga: PDIP Abaikan Ganjar Pranowo, Kepentingan Pilpres Menghangat
Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun mengatakan bahwa itu hanya dinamika biasa antara individu tetapi bukan dinamika organisasi partai. Dinamika itu hal yang wajar terjadi dalam sebuah partai demokrasi, asalkan tetap dalam jalurnya dan tidak dimainkan oleh pihak lain yang membuat lebih rumit.
“Ya saya kira itu hal biasa, itu dinamika internal partai sebenarnya dan itu tidak dilihat sebagai sikap organisasi, sikap partai. Itu kan lebih ke dinamika teman-teman, individu. Dan sebagai partai demokrasi dinamika itu sebuah keharusan. Saya kira itu dalam batas-batas yang wajar saja,” ujar Komarudin saat dihubungi, Senin (24/5/2021).
Dalam acara tersebut, Puan juga menyindir dalam sambutannya bahwa pemimpin ideal tidak hanya muncul di media sosial (medsos) saja tapi turun ke lapangan. Baca juga: PDIP Abaikan Ganjar Pranowo, Kepentingan Pilpres Menghangat
Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun mengatakan bahwa itu hanya dinamika biasa antara individu tetapi bukan dinamika organisasi partai. Dinamika itu hal yang wajar terjadi dalam sebuah partai demokrasi, asalkan tetap dalam jalurnya dan tidak dimainkan oleh pihak lain yang membuat lebih rumit.
“Ya saya kira itu hal biasa, itu dinamika internal partai sebenarnya dan itu tidak dilihat sebagai sikap organisasi, sikap partai. Itu kan lebih ke dinamika teman-teman, individu. Dan sebagai partai demokrasi dinamika itu sebuah keharusan. Saya kira itu dalam batas-batas yang wajar saja,” ujar Komarudin saat dihubungi, Senin (24/5/2021).
Lihat Juga :