Dugaan Korupsi Bansos COVID-19 Rp100 Triliun, Prof Zubairi: Korupsi adalah Pandemi Nyata
Rabu, 19 Mei 2021 - 10:12 WIB
Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban memertanyakan kebenaran dugaan korupsi dana Bansos COVID19 Rp100 triliun. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) COVID-19 senilai Rp100 triliun menarik perhatian warganet. Lebih dari 164 ribu warganet membahas hal itu melalui "100 T" hingga menjadi trending topik di media sosial Twitter, Rabu (18/5/2021).
Bukan hanya masyarakat biasa, tokoh politik hingga dokter mempertanyakan dugaan korupsi bansos senilai Rp100 triliun yang diungkap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Baca juga: Unggah Foto Bareng Novel, Said Didu: Angka Korupsi Bansos Rp100 Triliun Memang Menarik
Misalnya saja Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban. Melalui akun Twitternya @ProfesorZubairi, dia memertanyakan kebenaran korupsi dana Bansos COVID19 Rp100 triliun. Menurutnya, apabila benar maka korupsi adalah pandemi yang nyata di Indonesia.
"Kalau korupsi bansos yang diduga mencapai Rp100 T itu benar, maka korupsi adalah pandemi yang nyata juga di Indonesia. Seharusnya pandemi ini tidak menjadi celah korupsi oleh individu-individu yang berniat jadi covid-miliuner. Semoga celah itu menyempit atau bahkan tidak ada," ujarnya seperti dikutip, Rabu (19/5/2021).
Bukan hanya masyarakat biasa, tokoh politik hingga dokter mempertanyakan dugaan korupsi bansos senilai Rp100 triliun yang diungkap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Baca juga: Unggah Foto Bareng Novel, Said Didu: Angka Korupsi Bansos Rp100 Triliun Memang Menarik
Misalnya saja Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban. Melalui akun Twitternya @ProfesorZubairi, dia memertanyakan kebenaran korupsi dana Bansos COVID19 Rp100 triliun. Menurutnya, apabila benar maka korupsi adalah pandemi yang nyata di Indonesia.
"Kalau korupsi bansos yang diduga mencapai Rp100 T itu benar, maka korupsi adalah pandemi yang nyata juga di Indonesia. Seharusnya pandemi ini tidak menjadi celah korupsi oleh individu-individu yang berniat jadi covid-miliuner. Semoga celah itu menyempit atau bahkan tidak ada," ujarnya seperti dikutip, Rabu (19/5/2021).
Lihat Juga :