Supriansa: Kartu Prakerja Lahir untuk Bekali Rakyat Hadapi Persaingan Ketat
Jum'at, 22 Mei 2020 - 14:16 WIB
Dia mengatakan seiring dengan lahirnya Kartu Prakerja itu dan semakin pula diminati masyarakat Indonesia terutama masyarakat pencari kerja apalagi di tengah pandemi COVID-19, maka tentu sebagai program yang lahir dari ide-ide cerdas politik maka mulai diterpah angin kecemburuan persaingan kepentingan politik.
"Ya tentu rival politik tidak tinggal diam karena program Kartu Prakerja ini menjadi magnet baru bagi masyarakat. Meskipun kami dari kader Partai Golkar berteriak sekencang apapun bahwa Kartu Prakerja ini adalah impian dan harapan pemerintah untuk rakyatnya namun bumbu dan aroma politik selalu dihubungkannya dengan Partai Golkar," kata Legislator asal daerah pemilihan Sulawesi Selatan ini.
Padahal, lanjut dia, Kartu Prakerja itu adalah harapan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk rakyat Indonesia sebagai perwujudan konsisten kampanye politik saat Pilpres 2019 lalu. "Olehnya itu saya berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama para politisi yang selalu mengklaim diri sebagai pejuang rakyat, mari kita menanggalkan sejenak pandangan sektorial atau kepentingan golongan demi kepentingan rakyat Indonesia," imbuhnya.
Dia menerangkan jangan biarkan air mata rakyat mengering di pipinya karena sulitnya mendapatkan pekerjaan di atas persaingan yang super ketat. Dikatakannya, rakyat harus dibekali dengan ilmu dan persiapan yang memadai sebagaimana yang dibutuhkan zaman.
"Selanjutnya isu yang sengaja dibangun bahwa ke depan bisa menjadi lahan korupsi baru itu adalah strategi jahat yang tidak mengedepankan kepercayaan kepada aparat penegak hukum kita di republik indonesia yang secara terbuka bisa melakukan pengawasan dan penindakan atas program ini," katanya.
"Ya tentu rival politik tidak tinggal diam karena program Kartu Prakerja ini menjadi magnet baru bagi masyarakat. Meskipun kami dari kader Partai Golkar berteriak sekencang apapun bahwa Kartu Prakerja ini adalah impian dan harapan pemerintah untuk rakyatnya namun bumbu dan aroma politik selalu dihubungkannya dengan Partai Golkar," kata Legislator asal daerah pemilihan Sulawesi Selatan ini.
Padahal, lanjut dia, Kartu Prakerja itu adalah harapan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk rakyat Indonesia sebagai perwujudan konsisten kampanye politik saat Pilpres 2019 lalu. "Olehnya itu saya berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama para politisi yang selalu mengklaim diri sebagai pejuang rakyat, mari kita menanggalkan sejenak pandangan sektorial atau kepentingan golongan demi kepentingan rakyat Indonesia," imbuhnya.
Dia menerangkan jangan biarkan air mata rakyat mengering di pipinya karena sulitnya mendapatkan pekerjaan di atas persaingan yang super ketat. Dikatakannya, rakyat harus dibekali dengan ilmu dan persiapan yang memadai sebagaimana yang dibutuhkan zaman.
"Selanjutnya isu yang sengaja dibangun bahwa ke depan bisa menjadi lahan korupsi baru itu adalah strategi jahat yang tidak mengedepankan kepercayaan kepada aparat penegak hukum kita di republik indonesia yang secara terbuka bisa melakukan pengawasan dan penindakan atas program ini," katanya.
Lihat Juga :