Pendidikan di Masa Covid-19
Senin, 03 Mei 2021 - 06:05 WIB
Efektivitas belajar pun menjadi pertanyaan besar. Apalagi tidak semua penyelenggara pendidikan menyediakan kurikulum khusus yang adaptif di masa Covid-19. Imbasnya,siswa pun terjebak dalam rutinitas yang membosankan karena hanya menghadapi model pelajaran yang itu-itu saja.
Kendati angka penyebaran Covid-19 sudah menurun ke kisaran 4.500-5.000an per hari, jauh di bawah puncaknya di atas 12.000an pada akhir tahun lalu, bukan berarti kita bisa bebas ke mana-mana. Kondisi ini juga membuat sejumlah daerah mulai memberlakukan sekolah tatap muka, meski masih terbatas.
Akan tetapi, mesti diingat bahwa Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan, hingga Sabtu (1/5/2021) total sebanyak 1,67 juta terkonfirmasi positif, 1,52 juta orang dinyatakan sembuh dan 45.652 orang meninggal dunia.
Melihat deretan angka di atas, sungguh bukan sesuatu yang menggembirakan karena setelah melewati setahun lebih sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020, ternyata jumlah orang yang terkena korona masih saja ada. Bahkan, kini lokasi penyebarannya seolah tak lagi mengenal kluster, dengan kata lain sudah menyebar rata. Rumah, perkantoran, pasar, pusat perbelanjaan, hingga tempat ibadah kini bisa menjadi kluster penyebaran korona.
Maka, tak ada pilihan lain bagi kita untuk tetap menjaga protokol kesehatan seketat mungkin serta menjaga kondisi tubuh untuk tetap fit dan sehat. Namun, untuk urusan menegakkan protokol kesehatan sepertinya masih banyak tantangannya. Terutama di tempat-tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, fasilitas umum, dan tempat-tempat makan yang kini justru terlihat longgar menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak.
Kendati angka penyebaran Covid-19 sudah menurun ke kisaran 4.500-5.000an per hari, jauh di bawah puncaknya di atas 12.000an pada akhir tahun lalu, bukan berarti kita bisa bebas ke mana-mana. Kondisi ini juga membuat sejumlah daerah mulai memberlakukan sekolah tatap muka, meski masih terbatas.
Akan tetapi, mesti diingat bahwa Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan, hingga Sabtu (1/5/2021) total sebanyak 1,67 juta terkonfirmasi positif, 1,52 juta orang dinyatakan sembuh dan 45.652 orang meninggal dunia.
Melihat deretan angka di atas, sungguh bukan sesuatu yang menggembirakan karena setelah melewati setahun lebih sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020, ternyata jumlah orang yang terkena korona masih saja ada. Bahkan, kini lokasi penyebarannya seolah tak lagi mengenal kluster, dengan kata lain sudah menyebar rata. Rumah, perkantoran, pasar, pusat perbelanjaan, hingga tempat ibadah kini bisa menjadi kluster penyebaran korona.
Maka, tak ada pilihan lain bagi kita untuk tetap menjaga protokol kesehatan seketat mungkin serta menjaga kondisi tubuh untuk tetap fit dan sehat. Namun, untuk urusan menegakkan protokol kesehatan sepertinya masih banyak tantangannya. Terutama di tempat-tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, fasilitas umum, dan tempat-tempat makan yang kini justru terlihat longgar menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak.
Lihat Juga :