Badan Bantuan Hukum PPNI Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Penganiaya Perawat
Minggu, 18 April 2021 - 09:40 WIB
Tersangka penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya terancam hukuman dua tahun penjara. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Badan Bantuan Hukum Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( BBH-PPNI ) telah mengeluarkan pernyataan tegas terkait kasus penganiayaan perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang.
“Kami Mengecam keras atas respons penganiayaan dari oknum masyarakat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan kepada seorang profesional perawat yang telah berjibaku mempertaruhkan nyawa dengan segala risiko demi kepentingan kemanusiaan,” ujar Kepala BBH PPNI, M Siban dalam pernyataan yang diterima, Minggu (18/4/2021). Baca juga: Fauzi Amro Sesalkan Penganiayaan Perawat di Rumah Sakit Siloam Palembang
BBH PPNI juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera memproses setiap tindakan kekerasan terhadap perawat yang bertugas pada kasus yang menimpa Christina Ramaulis Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang sampai dengan tuntas.
“Kami Mengecam keras atas respons penganiayaan dari oknum masyarakat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan kepada seorang profesional perawat yang telah berjibaku mempertaruhkan nyawa dengan segala risiko demi kepentingan kemanusiaan,” ujar Kepala BBH PPNI, M Siban dalam pernyataan yang diterima, Minggu (18/4/2021). Baca juga: Fauzi Amro Sesalkan Penganiayaan Perawat di Rumah Sakit Siloam Palembang
BBH PPNI juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera memproses setiap tindakan kekerasan terhadap perawat yang bertugas pada kasus yang menimpa Christina Ramaulis Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang sampai dengan tuntas.
Lihat Juga :