Penyelundup Narkoba Manfaatkan Jalur Tikus Perbatasan
Senin, 22 Maret 2021 - 15:30 WIB
Kedua, dari sisi jumlah barang bukti juga terjadi kenaikan signifikan. Selama setahun pada 2020, barang bukti sabu yang disita sebanyak 12 kg lebih, sedangkan tahun ini, sampai Maret sudah disita 19,6 kg sabu.
Menurut Budi, kalau berdasarkan data tentu ada peningkatan kasus. Namun, menurutnya, dalam melihat data tersebut seharusnya digunakan perspektif berbeda. Baginya, makin tinggi kasus yang ditangani membuktikan kinerja aparat makin baik.
“Kasus narkoba ini kan tidak sama dengan kasus semacam penipuan, orang yang akan melapor kalau ditipu. Kalau narkoba kan oleh penyelidikan yang mencari. Jadi harusnya semakin tinggi kasus datanya maka semakin meningkatlah kinerja aparat. Harusnya seperti itu memandangnya,” ujarnya saat dihubungi Sabtu (20/3).
Dengan fakta banyaknya kasus penyelundupan yang digagalkan sejauh ini, menurut Budi itu menunjukkan BNPP Kalbar lebih fokus pada bagaimana startegi supply and demand. “Artinya bagaimana kami mereduksi suplainya. Jaringannya yang kami putuskan, bukan pengguna yang level gram-graman itu,” ujarnya.
Dalam lima bulan terakhir, atau jika ditarik ke November 2020, lanjut Budi, hampir semua percobaan penyelundupan lewat darat berhasil digagalkan. Termasuk satu ujicoba penyelundupan lewat udara juga bisa digagalkan. Dijelaskan, saat ini suplai dari bandar sudah terhambat oleh gerakan seluruh stakeholders, yang terdiri dari BNNP, Polda, Bea Cukai, Imigrasi dan Satgas Pengaman Perbatasan.
Namun, pihaknya tetap mewaspadai langkah sindikat, termasuk perubahan modus operandi.Sebab, kata dia, selama pecandu tidak direhab dengan sembuh total permintaan pasti akan terus ada.
“Saat ini kami sudah bisa menahan mereka (bandar) lewat darat. Nah, mereka (pengguna) pasti akan tetap berupaya mencari cara bagaimana memenuhi kebutuhannya, ini yang kami waspadai,” paparnya.
Budi mengatakan, setelah jalur darat digagalkan, tidak menutup kemungkinan pelaku penyelundup akan mencoba lewat perairan. Namun, BNNP Kalbar mencoba mendahului. “Kami memberikan pemahaman dan daya tangkal kepada masyarakat perairan, kami minta mereka menyatakan perang terhadap narkoba,” tandasnya.
bakti munir/faorick pakpahan
Menurut Budi, kalau berdasarkan data tentu ada peningkatan kasus. Namun, menurutnya, dalam melihat data tersebut seharusnya digunakan perspektif berbeda. Baginya, makin tinggi kasus yang ditangani membuktikan kinerja aparat makin baik.
“Kasus narkoba ini kan tidak sama dengan kasus semacam penipuan, orang yang akan melapor kalau ditipu. Kalau narkoba kan oleh penyelidikan yang mencari. Jadi harusnya semakin tinggi kasus datanya maka semakin meningkatlah kinerja aparat. Harusnya seperti itu memandangnya,” ujarnya saat dihubungi Sabtu (20/3).
Dengan fakta banyaknya kasus penyelundupan yang digagalkan sejauh ini, menurut Budi itu menunjukkan BNPP Kalbar lebih fokus pada bagaimana startegi supply and demand. “Artinya bagaimana kami mereduksi suplainya. Jaringannya yang kami putuskan, bukan pengguna yang level gram-graman itu,” ujarnya.
Dalam lima bulan terakhir, atau jika ditarik ke November 2020, lanjut Budi, hampir semua percobaan penyelundupan lewat darat berhasil digagalkan. Termasuk satu ujicoba penyelundupan lewat udara juga bisa digagalkan. Dijelaskan, saat ini suplai dari bandar sudah terhambat oleh gerakan seluruh stakeholders, yang terdiri dari BNNP, Polda, Bea Cukai, Imigrasi dan Satgas Pengaman Perbatasan.
Namun, pihaknya tetap mewaspadai langkah sindikat, termasuk perubahan modus operandi.Sebab, kata dia, selama pecandu tidak direhab dengan sembuh total permintaan pasti akan terus ada.
“Saat ini kami sudah bisa menahan mereka (bandar) lewat darat. Nah, mereka (pengguna) pasti akan tetap berupaya mencari cara bagaimana memenuhi kebutuhannya, ini yang kami waspadai,” paparnya.
Budi mengatakan, setelah jalur darat digagalkan, tidak menutup kemungkinan pelaku penyelundup akan mencoba lewat perairan. Namun, BNNP Kalbar mencoba mendahului. “Kami memberikan pemahaman dan daya tangkal kepada masyarakat perairan, kami minta mereka menyatakan perang terhadap narkoba,” tandasnya.
bakti munir/faorick pakpahan
(bmm)