Wacana Presiden 3 Periode Usang, Jokowi Diprediksi Sudah Siapkan Pengganti
Jum'at, 19 Maret 2021 - 16:48 WIB
"Saya kira wacana ini akan mendapat penolakan dari banyak pihak. Makanya, dugaan saya lebih kepada memuluskan calon lain yang sudah disiapkan, bisa saja Prabowo-Puan atau Ganjar-Sandi di 2024 nanti," terang Fadhli.
Artinya, lanjut analis politik asal UIN Jakarta itu, visi misi Jokowi yang belum terlaksana akan dilanjutkan oleh mereka yang disiapkan nanti. "Kalau ini yang terjadi, maka tidak perlu ada amandemen lagi. Dan boleh-boleh saja sampai empat periode sekali pun," jelasnya.
Fadhli pun menilai, jika masa jabatan tiga periode bisa memuluskan jalan Jokowi-Prabowo Subianto dianggap imajinasi politik berlebihan. Di sisi lain, jika alasan duet Jokowi-Prabowo bisa menghilangkan polarisasi politik di masyarakat maka ia menyarankan lebih baik ambang batas presiden diturunkan supaya Pilpres 2024 lebih banyak calon yang bertarung. Baca juga: Jokowi Tidak Niat Jadi Presiden Tiga Periode, Jimly: Ini Bukan Soal Minat dan Tidak
"Jadi kita boleh berimajinasi secara politik. Tapi imajinasi itu harus diselaraskan dengan realitas politik yang ada. Pak Jokowi dua kali nyatakan gak ada niat, maka jika beliau tiba-tiba berubah pikiran, Jokowi akan dituding mendzolimi cita-cita reformasi, bahkan oleh para pendukung sendiri," tandasnya.
Artinya, lanjut analis politik asal UIN Jakarta itu, visi misi Jokowi yang belum terlaksana akan dilanjutkan oleh mereka yang disiapkan nanti. "Kalau ini yang terjadi, maka tidak perlu ada amandemen lagi. Dan boleh-boleh saja sampai empat periode sekali pun," jelasnya.
Fadhli pun menilai, jika masa jabatan tiga periode bisa memuluskan jalan Jokowi-Prabowo Subianto dianggap imajinasi politik berlebihan. Di sisi lain, jika alasan duet Jokowi-Prabowo bisa menghilangkan polarisasi politik di masyarakat maka ia menyarankan lebih baik ambang batas presiden diturunkan supaya Pilpres 2024 lebih banyak calon yang bertarung. Baca juga: Jokowi Tidak Niat Jadi Presiden Tiga Periode, Jimly: Ini Bukan Soal Minat dan Tidak
"Jadi kita boleh berimajinasi secara politik. Tapi imajinasi itu harus diselaraskan dengan realitas politik yang ada. Pak Jokowi dua kali nyatakan gak ada niat, maka jika beliau tiba-tiba berubah pikiran, Jokowi akan dituding mendzolimi cita-cita reformasi, bahkan oleh para pendukung sendiri," tandasnya.
(kri)
Lihat Juga :