Neraca Perdagangan Februari Raih Surplus

Selasa, 16 Maret 2021 - 05:06 WIB
Melihat kinerja ekspor yang mulai membaik adalah sebuah momentum untuk menggenjot lebih cepat. Gayung bersambut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera membentuk Badan Penunjang Ekspor (BPE). Lembaga baru tersebut akan dikembangkan dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional yang berada di bawah Kemendag. Salah satu tugas utama dari BPE, selain mempelajari, juga mengeksekusi pasar tertentu menjadi target pasar produk dalam negeri. Mendahului kehadiran BPE, pemerintah telah menyiapkan industri apa saja yang bakal dijadikan fokus ekspor nasional. Meliputi, Islamic fashion dan Indonesia halal industry.

Tidak hanya itu, saat ini pemerintah juga fokus memperluas hubungan dagang dengan pasar ekspor nontradisional, yakni China, AS, dan Jepang. Tujuan ekspor untuk pasar ekspor nontradisional Indonesia menyasar negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Sejumlah daftar pasar ekspor nontradisional kini sedang dalam incaran, meliputi negara yang tergabung dalam Eurasian Economic Union (EAEU) seperti Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, serta Kirgizstan. Selanjutnya, negara di bawah payung East African Community (EAC) seperti Burundi, Kenya, Rwanda, South Sudan, Tanzania dan Uganda. Selain itu, negara-negara Amerika Latin yang tergabung dalam Mercosur.

Bila melihat kinerja NP Indonesia dalam dua bulan terakhir ini memang cukup menggembirakan, di mana kinerja ekspor mulai membaik sedang struktur impor cukup menjanjikan dengan lebih banyak mengimpor bahan baku yang bisa menjadi indikator bahwa sektor industri mulai menggeliat lagi.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!