Pandemi Corona, Andre Rosiade Sarankan Bansos dalam Bentuk Tunai
Senin, 18 Mei 2020 - 14:06 WIB
Lebih lanjut Andre menjelaskan, dengan memberikan bantuan tunai akan tercipta multiplier effect. Di mana bantuan tersebut akan dibelikan barang-barang konsumsi seperti sembako di pasar, warung tetangga atau UMKM.
"Bila pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk sembako, ekonomi hanya berputar di Bulog, pengusaha besar atau pabrik-pabrik. Sehingga efek multipliernya tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat kita. Tapi bila diberikan tunai ke rakyat, UMKM kita bisa hidup," ujar Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat ini.
Sejauh ini, ada beragam bansos yang telah disiapkan pemerintah dalam menghadapi pandemi. Di antaranya, program sembako (bantuan pangan non tunai) yang memakan anggaran Rp43,6 triliun dengan target sasaran 20 juta KPM dan indeks bantuan sebesar Rp200 ribu.
"Dana sebesar Rp43,6 Triliun itu sangat besar bila diberikan langsung ke Masyarakat, saya yakin UMKM kita bisa lebih tumbuh bila dana tersebut dicairkan tunai," kata Andre.
"Bila pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk sembako, ekonomi hanya berputar di Bulog, pengusaha besar atau pabrik-pabrik. Sehingga efek multipliernya tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat kita. Tapi bila diberikan tunai ke rakyat, UMKM kita bisa hidup," ujar Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat ini.
Sejauh ini, ada beragam bansos yang telah disiapkan pemerintah dalam menghadapi pandemi. Di antaranya, program sembako (bantuan pangan non tunai) yang memakan anggaran Rp43,6 triliun dengan target sasaran 20 juta KPM dan indeks bantuan sebesar Rp200 ribu.
"Dana sebesar Rp43,6 Triliun itu sangat besar bila diberikan langsung ke Masyarakat, saya yakin UMKM kita bisa lebih tumbuh bila dana tersebut dicairkan tunai," kata Andre.
(maf)
Lihat Juga :