Butuh Banyak Aksi Nyata untuk Atasi Bencana
Selasa, 23 Februari 2021 - 06:14 WIB
Pemerintah perlu lebih serius lagi menangani banjir yang masih saja melanda kawasan Jabodetabek setiap musim hujan tiba. (Ilustrasi: SINDONews/Wawan Bastian)
KEPUNGAN bencana banjir hingga kemarin belum usai. Tak hanya di Jabodetabek, banjir juga masih menggenangi sejumlah wilayah hingga di Karawang, Jawa Barat. Bahkan, imbas luapan air di Sungai Citarum dan Cibeet, rel kereta api (KA) di Kedunggedeh-Lemah Abang, tepatnya Km 55+100 hingga Km 54+500 Cikarang, tak bisa dilewati.
Dampak banjir di jalur vital ini jelas sangat besar. Dua hari terakhir, seluruh perjalanan KA untuk jarak jauh dari Jakarta menuju kota-kota di Jawa dibatalkan.
Kita tidak tahu sampai kapan pembatalan ini berakhir. Semakin cepat semakin baik tentunya. Tapi, sejatinya, ada masalah inti yang patut dipahami. Artinya, pemicu utama banjir harus dicarikan solusi segera.
Kita tahu, tak hanya di jalur KA banjir ini menampakkan dampaknya. Banjir besar di sejumlah wilayah di Jabodetabek akhir pekan lalu banyak mengganggu aktivitas publik. Tol tak bisa dilewati, KRL tak beroperasi normal, pabrik-pabrik kebanjiran, pusat perniagaan tutup, jalan rusak dan rumah dan kendaraan rusak adalah di antara dampaknya. Semua dampak itu tentu bermuara dengan kerugian yang besar.
Dampak banjir di jalur vital ini jelas sangat besar. Dua hari terakhir, seluruh perjalanan KA untuk jarak jauh dari Jakarta menuju kota-kota di Jawa dibatalkan.
Kita tidak tahu sampai kapan pembatalan ini berakhir. Semakin cepat semakin baik tentunya. Tapi, sejatinya, ada masalah inti yang patut dipahami. Artinya, pemicu utama banjir harus dicarikan solusi segera.
Kita tahu, tak hanya di jalur KA banjir ini menampakkan dampaknya. Banjir besar di sejumlah wilayah di Jabodetabek akhir pekan lalu banyak mengganggu aktivitas publik. Tol tak bisa dilewati, KRL tak beroperasi normal, pabrik-pabrik kebanjiran, pusat perniagaan tutup, jalan rusak dan rumah dan kendaraan rusak adalah di antara dampaknya. Semua dampak itu tentu bermuara dengan kerugian yang besar.
Lihat Juga :