BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Mengalami Curah Hujan Tinggi di 2025
Kamis, 21 November 2024 - 07:49 WIB
loading...
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami curah hujan tinggi di 2025. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati mengungkapkan proyeksi iklim untuk November hingga Desember, dan 2025 menunjukkan peningkatan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, hingga angin kencang. Hal itu akibat curah hujan yang diprediksi lebih tinggi dari biasanya.
Keadaan ini dipengaruhi oleh fenomena iklim global dan regional yang terjadi sepanjang tahun. Dwikorita menjelaskan beberapa faktor utama yang memengaruhi cuaca dan iklim di Indonesia pada 2025 adalah penyimpangan suhu muka laut di Samudera Pasifik, Samudera Hindia, dan perairan Indonesia.
Penyimpangan suhu di wilayah ini berhubungan erat dengan fenomena La Nina, yang menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga memengaruhi distribusi hujan di wilayah Indonesia.
Baca juga: Siklon Tropis Man-Yi Terdeteksi, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
“Fenomena La Nina yang lemah diperkirakan akan berlanjut hingga awal 2025, menyebabkan suhu perairan Indonesia lebih hangat dari rata-rata, yang pada gilirannya meningkatkan pembentukan awan hujan,” ujarnya saat Sosialisasi potensi bencana Hidrometeorologi dalam Rapat Koordinasi Inflasi di Kantor Kemendagri, dikutip Kamis (21/11/2024).
Keadaan ini dipengaruhi oleh fenomena iklim global dan regional yang terjadi sepanjang tahun. Dwikorita menjelaskan beberapa faktor utama yang memengaruhi cuaca dan iklim di Indonesia pada 2025 adalah penyimpangan suhu muka laut di Samudera Pasifik, Samudera Hindia, dan perairan Indonesia.
Penyimpangan suhu di wilayah ini berhubungan erat dengan fenomena La Nina, yang menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga memengaruhi distribusi hujan di wilayah Indonesia.
Baca juga: Siklon Tropis Man-Yi Terdeteksi, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
“Fenomena La Nina yang lemah diperkirakan akan berlanjut hingga awal 2025, menyebabkan suhu perairan Indonesia lebih hangat dari rata-rata, yang pada gilirannya meningkatkan pembentukan awan hujan,” ujarnya saat Sosialisasi potensi bencana Hidrometeorologi dalam Rapat Koordinasi Inflasi di Kantor Kemendagri, dikutip Kamis (21/11/2024).
Lihat Juga :