PPnBM Dipangkas demi Industri Mobil
Rabu, 17 Februari 2021 - 06:09 WIB
Bagi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pemberian diskon PPnBM kendaraan adalah sebuah berkah yang sudah ditunggu-tunggu sejak tahun lalu. Adanya kebijakan tersebut membuat Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto optimistis terjadi peningkatan penjualan dan produksi mobil baru. Jongkie yang dikenal luas sebagai pelaku bisnis automotif sejak lama memproyeksikan penjualan mobil bakal menembus 750.000 unit pada tahun ini. Karena itu, pihak Gaikindo berharap agen pemegang merek (APM) atau distributor mobil baru segera mengumumkan harga mobil setelah diskon PPnBM diberlakukan.
Sementara itu, pelaku usaha di bidang penjualan mobil bekas pasrah dengan kebijakan baru pemerintah yang memotong harga mobil baru di pasaran. Sebab, penurunan harga mobil baru sebagai bagian dari stimulus menggerakkan industri automotif yang sedang terpuruk sudah pasti berpengaruh pada banderol harga mobil bekas. Terutama mobil bekas dengan tahun muda yang modelnya sama dengan mobil baru yang harganya dipangkas. Meski demikian, pelaku usaha penjualan mobil bekas masih menunggu kelanjutan sebesar berapa penurunan harga mobil baru berdasarkan diskon PPnBM. Dan, mereka tidak terlalu khawatir dengan kebijakan tersebut mengingat mobil bekas punya segmen peminat tersendiri.
Pemerintah mengakui dan sudah membuat simulasi pengurangan atau pemberian diskon PPnBM kendaraan tentang potensi berkurangnya penerimaan negara sekitar satu koma sekian hingga Rp2,3 triliun. Potensi berkurangnya penerimaan negara dari realisasi penerimaan pajak tak bisa dihindari, tetapi di sisi lain peningkatan pembelian mobil baru diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lebih cepat. Pasalnya, industri turunan dari industri automotif sangat banyak. Sudah benar, pemerintah harus kreatif punya sejumlah opsi dan strategi untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, pelaku usaha di bidang penjualan mobil bekas pasrah dengan kebijakan baru pemerintah yang memotong harga mobil baru di pasaran. Sebab, penurunan harga mobil baru sebagai bagian dari stimulus menggerakkan industri automotif yang sedang terpuruk sudah pasti berpengaruh pada banderol harga mobil bekas. Terutama mobil bekas dengan tahun muda yang modelnya sama dengan mobil baru yang harganya dipangkas. Meski demikian, pelaku usaha penjualan mobil bekas masih menunggu kelanjutan sebesar berapa penurunan harga mobil baru berdasarkan diskon PPnBM. Dan, mereka tidak terlalu khawatir dengan kebijakan tersebut mengingat mobil bekas punya segmen peminat tersendiri.
Pemerintah mengakui dan sudah membuat simulasi pengurangan atau pemberian diskon PPnBM kendaraan tentang potensi berkurangnya penerimaan negara sekitar satu koma sekian hingga Rp2,3 triliun. Potensi berkurangnya penerimaan negara dari realisasi penerimaan pajak tak bisa dihindari, tetapi di sisi lain peningkatan pembelian mobil baru diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lebih cepat. Pasalnya, industri turunan dari industri automotif sangat banyak. Sudah benar, pemerintah harus kreatif punya sejumlah opsi dan strategi untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
(bmm)
Lihat Juga :