Potensi Mutasi Virus COVID-19 Terus Terjadi, Diingatkan Tetap Patuh Prokes

Sabtu, 13 Februari 2021 - 13:11 WIB
Ketua ITAGI, dr Sri Rezeki Syaraswati Hadinegoro menjelaskan bahwa sampai sekarang para peneliti masih mencari tahu apakah betul mutasi COVID-19 sudah terjadi di Indonesia. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Beberapa negara telah menemukan adanya mutasi COVID-19 . Sejauh ini, di Indonesia masih belum ditemukan adanya mutasi virus. Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dr Sri Rezeki Syaraswati Hadinegoro menjelaskan bahwa sampai sekarang para peneliti masih mencari tahu apakah betul mutasi COVID-19 sudah terjadi di Indonesia.

Lebih lanjut, Sri Rezeki mengatakan COVID-19 menggunakan spike untuk menempel di saluran nafas. “Menempelnya ada suatu mekanisme seperti lock and screw, masuk seperti kunci yang disebut receptor. Itu yang disebut RBD (receptor binding-domain). Di situlah yang kemudian bermutasi. Kalau bermutasinya itu banyak sehingga RBD-nya terganggu maka akan mempengaruhi vaksin,” ujarnya dari keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Sabtu (13/2/2021). Baca juga: India dan China Uji Ketahanan Vaksin Terhadap Mutasi COVID yang Cepat Menyebar



Di sisi lain, Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Ede Surya Darmawan mengungkapkan bahwa salah satu sifat virus itu adalah cepat berubah dan cepat menyebar. “Potensi mutasi virus akan terus terjadi. Maka prinsip dasar dalam penanganan virus adalah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M,” tegasnya.

Mengenai mutasi virus, Ede menyarankan dan mendorong pemerintah untuk memberikan semacam dukungan dana bagi pusat-pusat penelitian yang bisa melakukan penelitian terhadap virus itu sehingga perkembangan virus terpantau. “Penelitian terhadap virus ini harus dilakukan di samping juga penelitian dan pemantauan terhadap dampak imunisasi,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!