Moeldoko Terpantau Radar Survei Capres 2024, Alarm bagi AHY
Rabu, 10 Februari 2021 - 09:00 WIB
"Di satu sisi, saya melihat isu kudeta ini baik bagi Demokrat. Karena mempertegas siapa kawan siapa lawan. Siapa yang loyal dan siapa yang tidak. Namun kemunculan Moeldoko tentu menjadi alarm bagi AHY," ujarnya.
Terjaringnya nama Moeldoko dalam survei capres-cawapres potensial, menandakan adanya dukungan elektoral baginya, meskipun Moeldoko sendiri belum melakukan upaya terang-terangan mengkampanyekan diri. Berbeda dengan AHY yang sudah lebih dulu mengkampanyekan diri sebagai pemimpin masa depan.
Baca juga: Andi Mallarangeng Sandingkan Moeldoko dengan Sumanto, Populer tapi Negatif
Menurut Fadhli, jika saat ini elektabilitas Moeldoko hanya 0,8%, maka bukan tidak mungkin elektabilitasnya bisa merangkak ke angka 5%. Dengan catatan, Moeldoko mendapatkan insentif elektoral dari isu kudeta ini.
"Kita tidak tahu dinamika politik ke depan. Tiba-tiba nama Moeldoko melejit kalahkan AHY. Bukan tidak mungkin Demokrat mengalihkan dukungannya kepada Moeldoko. Karena sejumlah kader dan mantan kader terlihat cukup tertarik dengan Moeldoko," kata Fadhli.
Terjaringnya nama Moeldoko dalam survei capres-cawapres potensial, menandakan adanya dukungan elektoral baginya, meskipun Moeldoko sendiri belum melakukan upaya terang-terangan mengkampanyekan diri. Berbeda dengan AHY yang sudah lebih dulu mengkampanyekan diri sebagai pemimpin masa depan.
Baca juga: Andi Mallarangeng Sandingkan Moeldoko dengan Sumanto, Populer tapi Negatif
Menurut Fadhli, jika saat ini elektabilitas Moeldoko hanya 0,8%, maka bukan tidak mungkin elektabilitasnya bisa merangkak ke angka 5%. Dengan catatan, Moeldoko mendapatkan insentif elektoral dari isu kudeta ini.
"Kita tidak tahu dinamika politik ke depan. Tiba-tiba nama Moeldoko melejit kalahkan AHY. Bukan tidak mungkin Demokrat mengalihkan dukungannya kepada Moeldoko. Karena sejumlah kader dan mantan kader terlihat cukup tertarik dengan Moeldoko," kata Fadhli.
(abd)
Lihat Juga :