Komunikasi Partai Demokrat Kurang Taktis dan Berlebihan dalam Isu Kudeta

Minggu, 07 Februari 2021 - 11:32 WIB
Menurut dia, jika berniat menghentikan upaya kudeta itu cukup menyebut nama Moeldoko. Namun, kata dia, itu pun kalau memang benar Moeldoko terlibat dalam upaya pengambialihan kepemimpinan partai berlambang mercy itu.

"Pasti pesannya sudah sampai kepada Jokowi bahwa Partai Demokrat tidak senang dengan keterlibatan Moeldoko kalau memang benar ada. Nah ketika disebut nama Jokowi, maka kemudian seolah-olah atau bisa ditafsirkan bahwa Partai Demokrat sedang menyasar Jokowi, dan menimbulkan kesan dan pesan bahwa Jokowi ada di balik upaya KLB di Partai Demokrat," tuturnya.

Sebab, kata dia, Moeldoko adalah alat atau instrumen dari Presiden Jokowi. "Nah tafsir seperti ini juga makin sulit dihindari karena malamnya Pak SBY membuat Twitter yang membagi manusia tiga golongan, yang baik, the bad yang buruk, the ugly yang jelek atau yang jahat," imbuhnya.

Baca juga: Geger Kudeta Demokrat, Ini Deretan Konflik yang Pernah Landa Parpol Lain

Dia pun mempertanyakan siapa tiga orang yang dimaksud cuitan SBY tersebut. Kata dia, apakah yang dimaksud SBY itu AHY sebagai the good, Jhoni Allen dan Marzuki Alie Cs sebagai the bad-nya, dan the ugly-nya adalah Moeldoko.

"Atau the good-nya AHY Partai Demokrat, the bad-nya Moeldoko dan the ugly-nya adalah Jokowi, nah ini kan bahaya karena bisa menimbulkan luapan emosi di kalangan pendukung Jokowi maupun partai politik pendukungnya seperti PDIP, rupaya dalam pernyataan yang lain Pak Andi juga menyebutkannya nama Nasdem dan PKB, saya kira ini membuka front baru yang tidak perlu," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!