Pilkada Serentak 2024 Dinilai untuk Menghemat Anggaran di Tengah Pandemi

Jum'at, 29 Januari 2021 - 18:31 WIB
(Baca juga: Polemik Pilkada, Ini Dua Sikap PDIP yang Dinilai Bertolak Belakang)

Selain itu kata dia, Pilkada serentak pada 2024 adalah bentuk nyata penghematan anggaran agar mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19. Selain perubahan Undang-undang Pemilu dianggap tidak mendesak saat ini, dia mengatakan, konsekuensi perubahan akan menimbulkan perdebatan panjang antar fraksi.

Kemudian, jika tidak menemui kata sepakat secara mufakat, kata dia, akan memakan waktu yang panjang. Di samping itu, kata dia, akan ada perubahan fundamental dari skenario Pilkada. "Dimana Undang-undang Pilkada yang ada Nomor 10 tahun 2016 yang telah mengagendakan Pilkada serentak nasional tahun 2024," katanya.

Maka itu, dia menilai Undang-undang Pilkada tidak harus direvisi karena tidak mendesak saat ini. "Urgensi kepentingan bangsa saat ini kepentingan yang paling mendesak bagi kehidupan bernegara dan berbangsa tidak lain adalah penanganan wabah Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional untuk menyelamatkan rakyat dan segara membawa bangsa ini bangkit dan maju," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!