Pilkada Serentak 2024 Dinilai untuk Menghemat Anggaran di Tengah Pandemi

Jum'at, 29 Januari 2021 - 18:31 WIB
loading...
Pilkada Serentak 2024...
Ketua Umum DPP Foreder, Aidil Fitri, mendukung Pilkada tetap digelar secara serentak seluruhnya di tahun 2024 mendatang sesuai dengan Undang-undang Pilkada. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Relawan Demokrasi (Foreder), Aidil Fitri, mendukung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tetap digelar secara serentak seluruhnya di tahun 2024 mendatang sesuai dengan Undang-undang Pilkada. Aidil Fitri yang juga sebagai Koordinator Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) ini pun membeberkan alasannya.

(Baca juga: Begini Alasan Realistis Pilkada 2022 dan 2023 Dilakukan Sesuai Waktu)

"Disebabkan pembahasan perubahan Undang-undang Pilkada terkesan memaksakan kehendak di tengah pemerintah dan rakyat sedang berjuang melawan Covid-19 dan tidak lah terlalu urgent," ujar Aidil Fitri dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Jumat (29/1/2021).

Menurut dia, konsentrasi saat ini harus terfokus pada pemulihan kesehatan dan ekonomi. "Daripada energi bangsa didorong untuk tarik menarik perdebatan politik yang tentunya menghabiskan energi banyak waktu," ujarnya.

(Baca juga: Polemik Pilkada, Ini Dua Sikap PDIP yang Dinilai Bertolak Belakang)

Selain itu kata dia, Pilkada serentak pada 2024 adalah bentuk nyata penghematan anggaran agar mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19. Selain perubahan Undang-undang Pemilu dianggap tidak mendesak saat ini, dia mengatakan, konsekuensi perubahan akan menimbulkan perdebatan panjang antar fraksi.

Kemudian, jika tidak menemui kata sepakat secara mufakat, kata dia, akan memakan waktu yang panjang. Di samping itu, kata dia, akan ada perubahan fundamental dari skenario Pilkada. "Dimana Undang-undang Pilkada yang ada Nomor 10 tahun 2016 yang telah mengagendakan Pilkada serentak nasional tahun 2024," katanya.

Maka itu, dia menilai Undang-undang Pilkada tidak harus direvisi karena tidak mendesak saat ini. "Urgensi kepentingan bangsa saat ini kepentingan yang paling mendesak bagi kehidupan bernegara dan berbangsa tidak lain adalah penanganan wabah Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional untuk menyelamatkan rakyat dan segara membawa bangsa ini bangkit dan maju," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Berita Terkini
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved