Pilkada Serentak Dilaksanakan 2024, Anies Kehilangan Panggung Popularitas 2 Tahun

Kamis, 28 Januari 2021 - 09:46 WIB
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan jika pilkada ditunda ke tahun 2024 maka Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan cukup dirugikan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Sikap Fraksi PDIP yang menginginkan agar pilkada serentak dilaksanakan tahun 2024 menuai pro-kontra di masyarakat. Sikap PDIP ini dianggap berbeda dengan mayoritas fraksi di DPR yang menginginkan agar keserentakan pilkada dilaksanakan pada 2022 dan 2023 untuk sejumlah daerah.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan jika pilkada ditunda ke tahun 2024 maka sejumlah daerah termasuk DKI Jakarta yang menggelar pilkadanya pada 2022 cukup dirugikan. Dalam hal ini, peluang Gubernur Anies Baswedan sebagai bakal calon incumbent melemah. Baca juga: PDIP Ingin Pilkada Digelar 2024, Kerugian bagi Anies Baswedan



"Sebab beliau (Anies) tidak punya panggung popularitas selama 2 tahun, sebab jabatannya habis di tahun 2022," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Kamis (28/1/2021).

Pangi mengaku melihat dan mencermati motivasi kenapa hanya PDIP yang pilih pilkada serentak di tahun 2024? Menurutnya, pertama ingin melemahkan Anies sehingga tak punya panggung selama 2 tahun. Motivasi kedua adalah PDIP nantinya menginginkan semua kepala daerah yang diisi pelaksana tugas (Plt) bisa didapatkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!