Pilkada Serentak Dilaksanakan 2024, Anies Kehilangan Panggung Popularitas 2 Tahun
Kamis, 28 Januari 2021 - 09:46 WIB
"Bayangkan ada 201 kepala daerah yang akan plt kalau Pilkada Serentak 2024, itu bisa dibayangkan Kemendagri dan PDIP bakal menang banyak, bisa mengatur ancang-ancang dengan adanya kepala daerah Plt," katanya. Baca juga:
Lebih lanjut Pangi mengaku belum memahami paradigma yang dikembangkan elite PDIP yang menginginkan pilkada menjadi 2024. Apa betul pilkada serentak lebih efisien, lebih berkualitas, lebih meningkatkan partisipasi politik?
Sebaliknya, dirinya mencermati pilkada serentak yang mau dipaksakan ke tahun 2024 belum tentu memiliki keuntungan apa-apa bagi rakyat dan dia pun tak yakin nantinya para Plt bisa berbuat banyak untuk daerahnya. Baca juga: Pilkada Digelar 2024 Bisa Jadi Bumerang buat Anies Baswedan
"Saya justru pilkada serentak yang mau dipaksakan ke tahun 2024 lebib banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. PDIP wajar pilih pilkada serentak diselenggarakan di tahun 2024, karena PDIP yang akan mengatur Plt, via kemendagri karena partai penguasa, wajar juga kemudian partai lain di Parlemen atau Senayan menolak pilkada diserentakkan pada 2024, lagi pula apa manfaatnya dipaksakan," pungkasnya.
Lebih lanjut Pangi mengaku belum memahami paradigma yang dikembangkan elite PDIP yang menginginkan pilkada menjadi 2024. Apa betul pilkada serentak lebih efisien, lebih berkualitas, lebih meningkatkan partisipasi politik?
Sebaliknya, dirinya mencermati pilkada serentak yang mau dipaksakan ke tahun 2024 belum tentu memiliki keuntungan apa-apa bagi rakyat dan dia pun tak yakin nantinya para Plt bisa berbuat banyak untuk daerahnya. Baca juga: Pilkada Digelar 2024 Bisa Jadi Bumerang buat Anies Baswedan
"Saya justru pilkada serentak yang mau dipaksakan ke tahun 2024 lebib banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. PDIP wajar pilih pilkada serentak diselenggarakan di tahun 2024, karena PDIP yang akan mengatur Plt, via kemendagri karena partai penguasa, wajar juga kemudian partai lain di Parlemen atau Senayan menolak pilkada diserentakkan pada 2024, lagi pula apa manfaatnya dipaksakan," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :