DPR Nilai Masyarakat Belum Siap Dilepas dengan Herd Immunity

Jum'at, 15 Mei 2020 - 21:12 WIB
Tapi kata dia, itu semua belum cukup untuk masyarakat dibiarkan begitu saja melakukan aktivitas sebagaimana yang biasanya.

"Satu-satunya jalan ada obat dan vaksin, tapi kapan? Kita tidak bisa menunggu terlalu lama, nyawa harus diselamatkan karena berdampak pada sosial ekonomi. Nyawa harus diselamatkan, kita harus bisa melakukan penghentian PSBB kalau memang kurvanya lamban," ujar Intan.

Bendahara PAN ini menjelaskan, Indonesia ini kasus kematian coronanya termasuk yang tertinggi setelah Wuhan, China di Asia. Dan dengan jumlah kasus yang ada di data pemerintah saat ini, belum cukup mewakili secara nasional.

Sehingga, tesnya harus dipercepat dan dimasifkan agar bisa dilacak secara luas dan benar-benar diketahui apakah sudah mencapai kurva puncak dan kemudian melandai. Serta, tetap melakukan penyelamatan ekonomi dengan merealisasikan relaksasi di dunia usaha yang terdampak, sehingga gelombang PHK tidak menjadi besar.

"Tetapi bukan jd alasan kita melakukan pembiaran untuk memutus mata rantai virus. Karena utamanya Kesehatan, keselamatan nyawa dengan grafik tinggi harus menjadi prioritas," tegasnya.

Intan menjelaskan, dengan fakta di bandara Soekarno-Hatta penuh sesak calon penumpang, itu bukti bahwa protokol dilakukan tetapi tidak begitu diindahkan oleh masyarakat. Dan bandara ini membludak karena memang buka, dan kenapa penuh sesak, karena masyarakat Indonesia masih terbiasa untuk melakukan mudik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!