Operasi SAR Sriwijaya Air Dihentikan, Kabasarnas: Besok Tabur Bunga Bersama Keluarga

Kamis, 21 Januari 2021 - 18:44 WIB
Kepala Basarnas Marsekal Madya (Purn) Bagus Puruhito. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Kepala Basarnas Marsekal Madya (Purn) Bagus Puruhito resmi menutup Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 pada Kamis (21/2/2021) sore. Namun, akan tetap dilakukan pemantauan dan pemonitoran.

Menurut Bagus, memasuki hari terakhir perpanjangan kedua ini pihaknya telah melakukan evaluasi pelaksanaan SAR dengan semaksimal mungkin hari demi hari maupun secara keseluruhan.

"Setelah melalui pertimbangan tektis, hasil temuan korban, efektivitas, pertemuan beberapa kali dengan pihak keluarga korban, masukan-masukan dari unsur di lapangan, dan terakhir tadi kita melaksanakan rapat yang dipimpin oleh Menhub, maka hari ini hari Kamis 21 Januari 2021 pada pukul 16.57 WIB Operasi SAR terhadap kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu secara resmi saya nyatakan ditutup atau penghentian," tegas Bagus di JICT II, Kamis (21/1/2021).



Namun, kata Bagus Puruhito , selanjutnya akan dilaksanakan dengan operasi lanjutan yaitu berupa pemantauan dan pemonitoran secara aktif. Ia menambahkan, bila di kemudian hari ada laporan dari masyarakat yang melihat dan menemukan yang diduga bagian dari korban ataupun korban kepada Basarnas, pihaknya akan merespons untuk menindaklanjuti temuan tersebut.





Baca juga: Tim DVI Sudah Periksa 324 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air


"Dan selanjutnya besok direncanakan akan dilaksanakan acara tabur bunga bersama-sama keluarga yang dihadiri oleh kedinasan terkait. Saya selaku Kabasarnas atau SAR koordinator beserta seluruh tim SAR yang terlibat menghaturkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga diberi ketabahan dan keikhlasan serta teriring doa semoga korban meninggal dalam husnulkhatimah,"

Pihaknya juga menghaturkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang memberikan support. "Pada akhirnya kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama pelaksanaan operasi SAR ada hal-hal yang kurang berkenan," tutupnya.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
(zik)
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More