LP3ES Sebut Demokrasi di Indonesia Alami Kemunduran Serius
Senin, 18 Januari 2021 - 19:27 WIB
"Pada hari-hari ini telah membajak kebijakan di masa pandemi sehingga kita melihat krisis komunikasi yang buruk, di mana pemeritah ketika corona mau tiba seakan-akan kita abai mengatakan Indonesia kebal corona, karena doa qunut, ya karena banyak hal yang lain, lalu corona tiba dan pada saat itu juga pariwisata kita genjot dan kita tingkatkan," katanya.
Hal ini juga diperparah, kata Wijayanto, dengan istilah new normal yang hanya dilakukan demi ekonomi. Padahal, menurutnya, pada waktu itu curva kenaikan positif Covid-19 masih tinggi.
"Lalu kemudian omnibus law diberlakukan, Pilkada langsung di masa pandemi juga diberlakukan. Jadi kebijakan-kebijakan itu diambil meskipun sebenarnya publik melakukan kritisisme yang sangat kuat," katanya.
"Nah hal yang sama kita lihat pada hutan, saya pikir kebijakan pemerintah seharusnya melindungi hutan yang kita miliki di Kalimantan agar ia tetap terjaga tetap terpelihara. Namun yang terjadi adalah ahli lahan kita baca 50% telah beralih ke pertambangan, kelapa sawit," ungkapnya.
Baca juga: LP3ES: Oposisi Melemah, Demokrasi Berjalan Mundur
Hal ini juga diperparah, kata Wijayanto, dengan istilah new normal yang hanya dilakukan demi ekonomi. Padahal, menurutnya, pada waktu itu curva kenaikan positif Covid-19 masih tinggi.
"Lalu kemudian omnibus law diberlakukan, Pilkada langsung di masa pandemi juga diberlakukan. Jadi kebijakan-kebijakan itu diambil meskipun sebenarnya publik melakukan kritisisme yang sangat kuat," katanya.
"Nah hal yang sama kita lihat pada hutan, saya pikir kebijakan pemerintah seharusnya melindungi hutan yang kita miliki di Kalimantan agar ia tetap terjaga tetap terpelihara. Namun yang terjadi adalah ahli lahan kita baca 50% telah beralih ke pertambangan, kelapa sawit," ungkapnya.
Baca juga: LP3ES: Oposisi Melemah, Demokrasi Berjalan Mundur
Lihat Juga :