Pengamat Intelijen Nilai Perpres 'Pemolisian Masyarakat' Bantu Tugas Polri-TNI
Minggu, 17 Januari 2021 - 09:40 WIB
Nuning melihat sering kejadian dalam suatu daerah warga tak peduli dengan kehadiran warga baru yang ternyata seorang terduga teroris. "Perpres ini penting karena mengingat jumlah personel polisi masih kurang jika dibandingkan jumlah populasi penduduk, sehingga warga pun paham apa yang harus dilakukan untuk menghadapi terorisme," tutur dia.
Di sisi lain, mantan Anggota Komisi I DPR ini juga menganggap perlunya aturan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi ancaman terorisme karena negara tidak boleh kalah dengan terorisme. Saat ini terorisme adalah musuh bersama (public enemy) yang memang menjadi target bersama TNI-Polri. Baca juga: Tanpa Konsep yang Jelas, Pemolisian Masyarakat Bisa Picu Konflik Horizontal
"Terorisme adalah salah satu dari banyak masalah kontemporer yang menimbulkan ketidakpastian di tingkat nasional, regional, dan global, oleh karenanya seluruh bangsa harus jadikan terorisme sebagai musuh bersama," kata Nuning yang juga Pengamat Militer ini.
Di sisi lain, mantan Anggota Komisi I DPR ini juga menganggap perlunya aturan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi ancaman terorisme karena negara tidak boleh kalah dengan terorisme. Saat ini terorisme adalah musuh bersama (public enemy) yang memang menjadi target bersama TNI-Polri. Baca juga: Tanpa Konsep yang Jelas, Pemolisian Masyarakat Bisa Picu Konflik Horizontal
"Terorisme adalah salah satu dari banyak masalah kontemporer yang menimbulkan ketidakpastian di tingkat nasional, regional, dan global, oleh karenanya seluruh bangsa harus jadikan terorisme sebagai musuh bersama," kata Nuning yang juga Pengamat Militer ini.
(kri)
Lihat Juga :