Ini Dia Sosok Kapolri Ideal Idaman Senayan
Selasa, 12 Januari 2021 - 14:28 WIB
Ketiga, menurut Didik, calon Kapolri ke depan harus mampu memperkuat kerja sama dan sinergi lintas sektoral antarlembaga, utamanya dengan TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam konteks memitigasi dan merespons ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri.
Keempat, kata dia, Kapolri yang baru mesti merepresentasikan sosok yang visioner, cakap dan kuat dalam mengemban tugas dan tanggung jawab kepolisian, baik memelihara keamanan dan ketertiban, menjadi pengayom dan pelayan masyarakat, dan utamanya menegakkan hukum.
“Memegang teguh keadilan dan penegakan hukum yang manusiawi, persuasif dan humanis harus menjadi komitmen Kapolri kedepan,” sambung Ketua Departemen Hukum dan HAM Partai Demokrat itu.
(Baca:Komjen Listyo Calon Kapolri Pilihan Jokowi, DPR: Cuma Presiden yang Tahu)
Kelima, sambung Didik, Kapolri ke depan harus memiliki akseptabilitas yang kuat dari internal kepolisian. Itu penting supaya manajemen institusi bisa berjalan dengan baik. Dan terakhir, dalam konteks politik dan demokrasi, Kapolri kedepan harus mampu memposisikan Polisi sebagai Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Kapolri harus memastikan netralitas kelembagaannya dalam kompetisi-kompetisi politik dan menjaga prinsip-prinsip negara hukum yang demokratis,” ujar Didik.
Keempat, kata dia, Kapolri yang baru mesti merepresentasikan sosok yang visioner, cakap dan kuat dalam mengemban tugas dan tanggung jawab kepolisian, baik memelihara keamanan dan ketertiban, menjadi pengayom dan pelayan masyarakat, dan utamanya menegakkan hukum.
“Memegang teguh keadilan dan penegakan hukum yang manusiawi, persuasif dan humanis harus menjadi komitmen Kapolri kedepan,” sambung Ketua Departemen Hukum dan HAM Partai Demokrat itu.
(Baca:Komjen Listyo Calon Kapolri Pilihan Jokowi, DPR: Cuma Presiden yang Tahu)
Kelima, sambung Didik, Kapolri ke depan harus memiliki akseptabilitas yang kuat dari internal kepolisian. Itu penting supaya manajemen institusi bisa berjalan dengan baik. Dan terakhir, dalam konteks politik dan demokrasi, Kapolri kedepan harus mampu memposisikan Polisi sebagai Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Kapolri harus memastikan netralitas kelembagaannya dalam kompetisi-kompetisi politik dan menjaga prinsip-prinsip negara hukum yang demokratis,” ujar Didik.
Lihat Juga :