Ini Bocoran Kepengurusan PPP Periode 2020-2025

Rabu, 06 Januari 2021 - 12:28 WIB
Kedua, sambung dia, kelompok yang bisa memberikan pandangan-pandangan kepada publik, pandangan yang dapat dinilai atau dianggap oleh publik menjadi panutan atau trend setter, menciptakan suasana yang baik sehingga bisa mengenalkan, memperluas dan menyosialisasikan partai lewat beragam isu di dalam keseharian kehidupan berbangsa bernegara. "Mereka sangat berperan menunjukkan kehadiran PPP di setiap elemen kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya.

Ketiga, kata Suharso, kelompok kerja yang bisa mempertahankan eksistensi PPP ke depan. Kelompok ini sangat penting sekali karena akan menentukan masa depan PPP dalam jangka pendek yakni pemilu 2024, sehingga kelompok ini akan disebut sebagai pekerja elektoral. Para pekerja elektoral ini akan bekerja semaksimal mungkin dan akan dibantu dengan sebuah tim yang menyusun program-program secara terencana, taktis, yang dapat diimplementasikan di lapangan.

(Baca juga: Karier Arwani Thomafi dari DPC Rembang hingga Sekjen PPP ).

"Petugas partai yang punya tugas untuk kerja elektoral ini diharapkan dapat memastikan patografi suara partai yang dulu pernah dikuasai PPP dapat dikuasai kembali," tegas Suharso.

Soal jumlah pengurus DPP PPP ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) ini menjelaskan bahwa dalam AD/ART PPP disebutkan jumlah maksimal pengurus DPP adalah 45. Angka itu masih relatif banyak, karena dia ingin jumlah kepengurusan ada di bawah 40 agar lebih kompak. Dia bersama formatur juga telah menerima daftar riwayat hidup dari masing-masing kader untuk pertimbangkan masuk dalam jajaran kepengurusan yang akan didominasi oleh kelompok muda dengan usia sekitar 40-an.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!