Ekonomi Nasional Berputar, tapi Pelan
Rabu, 06 Januari 2021 - 06:35 WIB
Sementara itu, dana yang disiapkan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada tahun ini dinaikkan menjadi Rp403,9 triliun dari sebelumnya Rp372,3 triliun dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 tak kunjung surut. Rincian anggaran PEN meliputi kluster kesehatan sebesar Rp25,4 triliun. Angka tersebut masih bisa berubah menyusul kebijakan pemerintah yang menggratiskan vaksinasi untuk masyarakat. Selanjutnya dana perlindungan sosial Rp110,2 triliun.
Lalu, anggaran sektoral kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah mengalami peningkatan menjadi Rp184,2 triliun dari sebelumnya Rp136,7 triliun. Anggaran dukungan UMKM Rp63,7 triliun dan anggaran insentif usaha Rp20,26 triliun. Adapun realisasi anggaran PEN mencapai Rp579,78 triliun atau 83,4% dari pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun tahun lalu.
Meski pemerintah menaruh harapan besar pertumbuhan ekonomi tahun ini jauh lebih baik dari 2020, bahkan mendekati angka pertumbuhan dua tahun lalu, sejumlah lembaga internasional justru memberi prediksi pertumbuhan ekonomi jauh di bawah target pemerintah, tetapi keluar dari zona merah alias minus. Jadi, pemerintah tetap harus mengeluarkan tenaga ekstrakeras untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi yang sudah dipatok hingga 5% tahun ini. Semua stakeholder harus bergerak bersama, seirama dalam menggelindingkan roda pertumbuhan ekonomi nasional. Ini sebuah pekerjaan rumah yang amat berat dan sangat bergantung pada penanganan pandemi Covid-19 yang bisa meminimalkan kasus masyarakat yang terinfeksi virus mematikan itu.
Lalu, anggaran sektoral kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah mengalami peningkatan menjadi Rp184,2 triliun dari sebelumnya Rp136,7 triliun. Anggaran dukungan UMKM Rp63,7 triliun dan anggaran insentif usaha Rp20,26 triliun. Adapun realisasi anggaran PEN mencapai Rp579,78 triliun atau 83,4% dari pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun tahun lalu.
Meski pemerintah menaruh harapan besar pertumbuhan ekonomi tahun ini jauh lebih baik dari 2020, bahkan mendekati angka pertumbuhan dua tahun lalu, sejumlah lembaga internasional justru memberi prediksi pertumbuhan ekonomi jauh di bawah target pemerintah, tetapi keluar dari zona merah alias minus. Jadi, pemerintah tetap harus mengeluarkan tenaga ekstrakeras untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi yang sudah dipatok hingga 5% tahun ini. Semua stakeholder harus bergerak bersama, seirama dalam menggelindingkan roda pertumbuhan ekonomi nasional. Ini sebuah pekerjaan rumah yang amat berat dan sangat bergantung pada penanganan pandemi Covid-19 yang bisa meminimalkan kasus masyarakat yang terinfeksi virus mematikan itu.
(bmm)
Lihat Juga :