Ada Varian Baru Covid-19, Epidemiolog Minta Pemerintah Tutup Ruang Gerak
Selasa, 29 Desember 2020 - 22:03 WIB
(Baca juga: Syaikh Ali Jaber Positif Covid-19, Ribuan Warganet Doakan Beliau ).
"Saya menyebut rumah sakit kita kolaps. Jabodetabek, terutama Depok, UGD sudah hampir tidak bisa menampung pasien. (Terjadi juga) di Tangerang Selatan dan Bekasi. Jangan sampai penularan varian baru ini menaikkan (kasus). Artinya, kenaikan penularan itu sangat-sangat berbahaya. Kita harus mengantisipasi betul penularan di komunitas," tutur Dosen Universitas Indonesia (UI) itu.
Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 ini diprediksi meningkatkan jumlah pasien gejala berat. Jika demikian, beban akan berada di fasilitas kesehatan. Pemerintah harus memikirkan kesiapan IGD, tenaga medis, peralatan, dan ruang isolasi. Dalam penanganan pasien gejala berat biasanya membutuhkan ventilator. Masalahnya, jumlahnya terbatas.
Kamaluddin memprediksi jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Indonesia akan lebih dari 1 juta orang sebelum kuartal pertama tahun 2021. Dia menyatakan, pemerintah dan semua lapisan masyarakat harus bersinergi. Dia menyatakan tidak menutup mata bahwa pemerintah telah melakukan banyak hal dalam menanggulangi pandemi ini.
(Baca juga: Dai Kondang Aa Gym Positif Covid-19 ).
Namun, Indonesia sudah keteteran sebelum ada varian baru itu. Kini varian baru itu sudah ada di Singapura dan Malaysia. Bahkan, Kamaluddin menduga varian baru sudah masuk ke Tanah Air. Alasannya, varian baru itu sudah mulai dideteksi sejak September.
"Saya menyebut rumah sakit kita kolaps. Jabodetabek, terutama Depok, UGD sudah hampir tidak bisa menampung pasien. (Terjadi juga) di Tangerang Selatan dan Bekasi. Jangan sampai penularan varian baru ini menaikkan (kasus). Artinya, kenaikan penularan itu sangat-sangat berbahaya. Kita harus mengantisipasi betul penularan di komunitas," tutur Dosen Universitas Indonesia (UI) itu.
Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 ini diprediksi meningkatkan jumlah pasien gejala berat. Jika demikian, beban akan berada di fasilitas kesehatan. Pemerintah harus memikirkan kesiapan IGD, tenaga medis, peralatan, dan ruang isolasi. Dalam penanganan pasien gejala berat biasanya membutuhkan ventilator. Masalahnya, jumlahnya terbatas.
Kamaluddin memprediksi jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Indonesia akan lebih dari 1 juta orang sebelum kuartal pertama tahun 2021. Dia menyatakan, pemerintah dan semua lapisan masyarakat harus bersinergi. Dia menyatakan tidak menutup mata bahwa pemerintah telah melakukan banyak hal dalam menanggulangi pandemi ini.
(Baca juga: Dai Kondang Aa Gym Positif Covid-19 ).
Namun, Indonesia sudah keteteran sebelum ada varian baru itu. Kini varian baru itu sudah ada di Singapura dan Malaysia. Bahkan, Kamaluddin menduga varian baru sudah masuk ke Tanah Air. Alasannya, varian baru itu sudah mulai dideteksi sejak September.
Lihat Juga :