Uji Materi soal Vaksinasi Covid-19 Pertanyakan Impor 1,2 Juta Vaksin Sinovac
Jum'at, 18 Desember 2020 - 14:00 WIB
Impor 1,2 juta vaksin Sinovac dari China turut dipertanyakan dalam materi gugatan soal denda bagi penolak vaksinasi Covid-19. Foto/getty images
JAKARTA - Perda Covid-19 DKI Jakarta digugat. Selain soal sanksi denda, dalam materi gugatannya warga bernama Happy Hayati Helmi juga mempertanyakan pilihan pemerintah terhadap vaksin Sinovac buatan China untuk program vaksinasi Covid-19 . Sebab China sendiri ternyata membeli produk vaksin dari negara lain.
Hal tersebut turut disebutkan dalam uji materi yang diajukan ke Mahkamah Agung (MA). "Persoalannya sekarang berita terakhir bahwa China sendiri tidak menggunakan Sinovac dan mereka mengambil dari luar Pfizer. Ini jadi pertanyaan kita dan juga Sinovac ini belum (tentu) lulus uji klinis," ujar Viktor Santoso Tandiasa, kuasa hukum Happy, Jumat (18/12/2020).
(Baca:Sanksi Denda Rp5 Juta untuk Penolak Vaksinasi Covid-19 Digugat ke MA)
Lebih dari itu, sampai sekarang belum diketahui manjur tidaknya vaksin sinovac melawan Covid-19. "Bahkan, PT Sinovac sendiri menyampaikan bahwa mereka belum mengetahui efektivitasnya. Bisa dibayangkan PT itu saja belum yakin. Ini yang menjadi persoalan," tandas Viktor.
Hal tersebut turut disebutkan dalam uji materi yang diajukan ke Mahkamah Agung (MA). "Persoalannya sekarang berita terakhir bahwa China sendiri tidak menggunakan Sinovac dan mereka mengambil dari luar Pfizer. Ini jadi pertanyaan kita dan juga Sinovac ini belum (tentu) lulus uji klinis," ujar Viktor Santoso Tandiasa, kuasa hukum Happy, Jumat (18/12/2020).
(Baca:Sanksi Denda Rp5 Juta untuk Penolak Vaksinasi Covid-19 Digugat ke MA)
Lebih dari itu, sampai sekarang belum diketahui manjur tidaknya vaksin sinovac melawan Covid-19. "Bahkan, PT Sinovac sendiri menyampaikan bahwa mereka belum mengetahui efektivitasnya. Bisa dibayangkan PT itu saja belum yakin. Ini yang menjadi persoalan," tandas Viktor.
Lihat Juga :