Komnas HAM Sebut Pilkada 2020 Belum Sejalan dengan Prinsip Hak Asasi Manusia

Rabu, 16 Desember 2020 - 13:57 WIB
"Bilik khusus masih menyatu dengan TPS yang ada, sebagian besar ukuran TPS belum sesuai dengan PKPU," kata Hairansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/12/2020).

Bahkan, kata Hairansyah, masih ditemukan dan masih terjadi kerumunan terutama saat pemungutan dan penghitungan suara. Dia mencontokan, kerumunan terjadi di TPS 22 Kelurahan Manahan, saat kedatangan salah satu Calon Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka di TPS.

Menurut dia, kerumunan disebabkan oleh antusiasme Jurnalis dari berbagai media yang berupaya mendokumentasikan momen tersebut. Pihak Linmas TPS dan Kepolisian setempat telah berupaya menghimbau dan mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan terutama agar tidak terjadi kerumunan, namun tidak diindahkan.

"Demikian halnya, antusiasme pemilih saat penghitungan suara sehingga protokol kesehatan terabaikan," ujarnya.

Tak hanya prokes Covid-19, perhatian untuk kelompok rentan juga menjadi sorotan. Misalnya, pemilih yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi, di beberapa wilayah memang sudah terpantau terdapat petugas KPU setempat yang dibantu petugas medis untuk memberikan pelayanan dengan mendatangi tempat isolasi dimaksud.

"Sementara di Wisma Makara UI, Depok, Jawa Barat pasien Covid-19 tidak difasilitasi," tutur dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!