Kisruh FPI-Polisi, Cak Nun: Masing-masing Merasa Benar, Tak Ada Dialog
Sabtu, 12 Desember 2020 - 11:20 WIB
Kedua belah pihak, kata Cak Nun, sudah memiliki pola pikir dan dasar argumentasinya masing-masing untuk berbenturan satu sama lain, dengan landasan nilai yang diyakini.
“Ini bukan soal persatuan dan kesatuan. Kita ini tidak inklusif. Masing-masing kelompok kepentingan di antara kita ini eklusif. Ini bukan nasionalisme. Ini bukan kebersamaan dan keutuhan untuk masa depan. Ini bukan kemashlahatan seluruh rakyat,” ujarnya.
“Ini masalah sakit hati dan penyerangan. Ini soal dendam dan pembalasan. Kita bukan malaikat, kita manusia biasa. Takdir utama makhluk manusia adalah potensi hasad, manusia itu tidak normal kalau tak bermuatan kesalahan dan kelalaian,” lanjut Cak Nun.(Baca juga: Simpatisan Habib Rizieq Diminta Tak Mendatangi Polda Metro Jaya )
Sebelumnya, Cak Nun mengusulkan solusi dari permasalahan yang kini melibatkan aparat kepolisian dengan FPI. Dia mendukung pertemuan serta dialog empat mata Jokowi dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.
“Ini bukan soal persatuan dan kesatuan. Kita ini tidak inklusif. Masing-masing kelompok kepentingan di antara kita ini eklusif. Ini bukan nasionalisme. Ini bukan kebersamaan dan keutuhan untuk masa depan. Ini bukan kemashlahatan seluruh rakyat,” ujarnya.
“Ini masalah sakit hati dan penyerangan. Ini soal dendam dan pembalasan. Kita bukan malaikat, kita manusia biasa. Takdir utama makhluk manusia adalah potensi hasad, manusia itu tidak normal kalau tak bermuatan kesalahan dan kelalaian,” lanjut Cak Nun.(Baca juga: Simpatisan Habib Rizieq Diminta Tak Mendatangi Polda Metro Jaya )
Sebelumnya, Cak Nun mengusulkan solusi dari permasalahan yang kini melibatkan aparat kepolisian dengan FPI. Dia mendukung pertemuan serta dialog empat mata Jokowi dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.
(dam)
Lihat Juga :