Ahli Kesehatan Masyarakat Buka Kemungkinan Terjadinya Klaster Pilkada
Kamis, 10 Desember 2020 - 15:15 WIB
Bahkan, kata Ede, jika dilihat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beberapa daerah bahwa banyak yang tidak disiplin menerapan protokol kesehatan. "Apakah ada potensi klaster? Kalau lihat beberapa TPS, yang dikirimkan oleh teman-teman yang di daerah kirimkan ke saya fotonya ya, memang penerapan disiplinnya itu kurang bagus ya," katanya.
"Tempat duduk, baik antara petugas itu ada yang kurang dari 1 meter. Begitu juga tempat menunggu tempat duduknya para pemilih itu juga ada yang kurang 1 meter. Kemudian ada juga yang melihat daftar pemilih gitu ya, bareng-bareng. Itu juga barangkali beberapa hal potensi yang seharusnya tidak terjadi gitu ya," ujar Ede. (Baca juga: Pilkada Serentak Sudah Terapkan Protokol Kesehatan )
Ia erharap dua hingga tiga minggu ke depan tidak terjadi lonjakan kasus akibat Pilkada. "Nah, mudah-mudahan sih dalam dua minggu ke depan atau 3 minggu depan, kita tidak mengalami lonjakan kasus," katanya.
"Tempat duduk, baik antara petugas itu ada yang kurang dari 1 meter. Begitu juga tempat menunggu tempat duduknya para pemilih itu juga ada yang kurang 1 meter. Kemudian ada juga yang melihat daftar pemilih gitu ya, bareng-bareng. Itu juga barangkali beberapa hal potensi yang seharusnya tidak terjadi gitu ya," ujar Ede. (Baca juga: Pilkada Serentak Sudah Terapkan Protokol Kesehatan )
Ia erharap dua hingga tiga minggu ke depan tidak terjadi lonjakan kasus akibat Pilkada. "Nah, mudah-mudahan sih dalam dua minggu ke depan atau 3 minggu depan, kita tidak mengalami lonjakan kasus," katanya.
(abd)
Lihat Juga :